Momen Bersejarah: IDAI anjurkan anak berada dalam ruangan selama ada El Nino Godzilla

IDAI Sarankan Anak-Anak Hindari Aktivitas Luar Ruangan Selama El Nino Godzilla

Jakarta – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi agar anak-anak lebih aktif di dalam ruangan selama kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang dikenal sebagai ‘Godzilla’. Dalam wawancara media di Jakarta, Senin, Ketua Pengurus Pusat IDAI DR. Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menyatakan bahwa tinggal di dalam ruangan lebih aman bagi kesehatan anak. “Cuaca ekstrem, baik panas berlebihan maupun hujan deras, bisa berdampak negatif pada anak,” ujarnya.

Piprim menekankan bahwa cuaca ekstrem seperti kemarau berkepanjangan berpotensi melemahkan sistem imun anak-anak dan mempercepat kelelahan. “Anak muda membutuhkan energi tinggi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ekstrem,” tambahnya. Selain itu, orang tua diminta tetap memantau anak-anak secara lebih intensif selama berada di dalam ruangan untuk mencegah risiko penyakit.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Perluas Pengawasan Saat Cuaca Tidak Menentu

Jika anak-anak tetap harus beraktivitas di luar, orang tua wajib mempersiapkan perlengkapan seperti jas hujan atau payung untuk menghadapi perubahan cuaca yang tiba-tiba. Piprim mengingatkan bahwa antisipasi dini menjadi kunci untuk menjaga kenyamanan dan keamanan anak selama musim kemarau. “Perubahan iklim yang drastis bisa mengganggu kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik,” katanya.

Kebutuhan Nutrisi Tambahan untuk Masa Ekstrem

Dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh, IDAI juga mendorong pengaturan nutrisi yang lebih optimal. Makanan kaya protein hewani, seperti ayam, daging, telur, ikan, dan hati ayam, dianjurkan untuk mendukung kesehatan anak. “Konsumsi protein hewani bisa membantu anak-anak tetap sehat meski menghadapi cuaca ekstrem,” tambah Piprim. Selain itu, penyesuaian menu makanan agar lebih bergizi juga perlu dilakukan secara rutin.

Terminologi ‘Godzilla’ dalam Konteks El Nino

Nama ‘Godzilla’ dipakai sebagai istilah populer untuk menggambarkan El Nino yang ekstrem. Penamaan ini pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan NASA Bill Patzert pada 2015. Di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggunakan istilah tersebut untuk mengingatkan masyarakat tentang potensi variasi El Nino yang kuat. BRIN menyoroti kemungkinan terjadinya musim kemarau lebih lama dan intens, serta daerah timur laut seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku berisiko mengalami banjir.

Kondisi iklim 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun normal, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, pada Selasa (7/4), menjelaskan bahwa ENSO saat ini berada di fase netral. Namun, pada semester kedua 2026, terdapat peluang antara 50 hingga 80 persen untuk berkembang menjadi El Nino lemah hingga moderat. “Kemarau dan El Nino adalah dua fenomena yang berbeda, tapi keduanya bisa saling memperkuat dampaknya,” katanya.