Houthi intervensi militer jika AS-Israel lanjutkan serangan ke Iran
Houthi Ancam Tingkatkan Operasi Militer Jika AS-Israel Terus Serang Iran
Sanaa, Yaman
Kelompok Houthi di Yaman mengancam akan memperkuat serangan militer mereka jika Amerika Serikat (AS) dan Israel melanjutkan serangan terhadap Iran serta “poros perlawanan.” Pernyataan ini dikeluarkan pada hari Minggu (12/4) melalui kantor berita pemerintah Saba. Menurut laporan tersebut, keberanian delegasi Iran dalam perundingan mencerminkan kemenangan baru bagi republik Islam serta “poros jihad dan perlawanan.”
“Keteguhan negosiator Iran di meja perundingan melambangkan kemenangan baru bagi republik Islam itu serta poros jihad dan perlawana,” demikian pernyataan kementerian luar negeri Houthi yang tidak diakui.
Di sisi lain, pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap eskalasi yang dimulai oleh AS di wilayah tersebut, khususnya di laut, akan merugikan rantai pasokan, harga energi, serta perekonomian global. Sejak akhir Maret, Houthi telah mengarahkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai dukungan bagi “pasukan sekutu” di kawasan, termasuk negara-negara seperti Iran, Irak, Lebanon, dan Palestina.
Kelompok Houthi menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah utara Yaman sejak akhir 2014. Mereka terlibat dalam konflik 12 hari yang melibatkan AS dan Israel sebelumnya, serta secara aktif mendukung Iran dalam persaingan regional. Pernyataan terbaru mereka menunjukkan kekhawatiran akan dampak serangan berkelanjutan terhadap stabilitas kawasan.

