Sinner masih tak percaya menangi empat ATP Masters 1000 beruntun
Sinner Masih Terkejut Setelah Meraih Empat Gelar ATP Masters 1000 Beruntun
Jakarta – Jannik Sinner, petenis asal Italia, mengungkapkan kejutan dan rasa tak percaya atas prestasinya meraih kemenangan di Monte-Carlo Masters, Minggu (12/4). Ini menjadi gelar ketiga beruntun dari seri ATP Masters 1000, menggenapkan catatan sejarah yang sebelumnya hanya diraih Roger Federer pada 2017.
Kemenangan Berdampak pada Peringkat Dunia
Pencapaian ini juga membawa Sinner kembali ke posisi peringkat No.1 dunia, setelah memenangkan gelar pertamanya di lapangan tanah liat. Dalam perjalanan ke final, ia mengalahkan Carlos Alcaraz, rival tangguhnya, yang memperkuat rekor pertemuan mereka menjadi 7-10 bagi Sinner.
“Saya terkejut dengan cara yang sangat baik, dan kemenangan ini sangat berarti bagi saya,” ujar Sinner, dikutip dari ATP, Senin. “Saya masih butuh sedikit waktu untuk menyadari apa yang terjadi.”
Proses Perbaikan yang Konsisten
Berkat kemenangan di Monako, Sinner menjadi satu-satunya petenis putra yang mencapai tiga kemenangan di seri Masters 1000 dalam satu musim, bersama Novak Djokovic. Catatan menang-kalah ATP-nya saat ini mencapai 24-2 di 2026.
Menurut Sinner, kesuksesan ini tidak terlepas dari usaha terus-menerus untuk memperbaiki teknik dan strategi. “Setiap hari saya bangun dengan tujuan meningkatkan diri, lalu berusaha menjadi pemain yang lebih baik,” katanya. “Di Monte-Carlo, kami mengubah hal-hal kecil, sangat kecil, untuk menghadapi setiap lawan.”
Prestasi Alcaraz yang Menjadi Motivasi
Dalam upacara penyerahan trofi, Sinner memberikan apresiasi kepada Alcaraz, yang sebelumnya memperoleh Career Grand Slam di Australian Open dan kemenangan di Doha. Alcaraz tiba di final Monte-Carlo dengan rekor 17 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat, serta hanya kehilangan satu set di perjalanan ke babak final.
“Carlos, kamu dan timmu melakukan hal-hal luar biasa tahun demi tahun,” kata Sinner. “Kamu terus menunjukkan identitas pemain yang tak tergantikan, mencapai hal-hal yang belum pernah dicapai orang lain di usiamu. Menghadapimu di final membuat kemenangan ini lebih istimewa.”
Sinner optimistis untuk menghadapi tantangan berikutnya. “Itu pertandingan yang bagus, baik dari saya maupun lawan,” ujarnya. “Carlos pasti akan memperbaiki hal-hal kecil untuk pertandingan berikutnya, dan saya harus siap menghadapinya.”

