Agenda Utama: Kerja sama keuangan RI-China perkuat ketahanan ekonomi

Kerja sama keuangan RI-China perkuat ketahanan ekonomi

Kerja sama keuangan antara Indonesia dan Tiongkok dinilai mampu meningkatkan efisiensi perdagangan serta investasi, sekaligus memperkuat kepercayaan dan stabilitas likuiditas Indonesia di tengah tantangan eksternal. Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, perubahan pola perdagangan saat ini sedang terjadi, dengan rantai pasok yang mengalami penyesuaian. “Modal yang lebih selektif juga menjadi tren,” ujarnya dalam sebuah dialog bisnis multilateral di Jakarta, Jumat, seperti dilansir Xinhua, Senin.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional, terutama dengan adanya jaring pengaman keuangan kawasan yang lebih terpercaya. Ia menambahkan, transaksi menggunakan mata uang lokal dapat menekan biaya, meningkatkan kepastian, serta mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar. “Ini bukan hanya tentang stabilitas, tapi juga tentang memastikan arsitektur ekonomi kita beradaptasi seiring perubahan global, dan memperluas ruang gerak di masa ketidakpastian,” jelasnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Pembaharuan perjanjian mata uang bilateral

Sebelumnya, Indonesia dan Tiongkok memperbarui perjanjian pertukaran mata uang pada Januari 2025 dengan meningkatkan nilai jalur pertukaran hingga 400 miliar yuan. Selain itu, mekanisme Local Currency Settlement (LCS) yang diperkenalkan pada 2021 telah berkembang menjadi Local Currency Transaction (LCT) pada 2025, dengan cakupan mencakup seluruh bidang neraca pembayaran.

“Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN memainkan peran kunci dalam mendorong kerja sama regional serta mekanisme transaksi mata uang lokal,” kata Wakil Presiden Bank of China, Yang Jun, dalam wawancara.

Yang Jun menjelaskan bahwa Bank of China telah memfasilitasi transaksi mata uang lokal bagi sekitar 200 perusahaan dari Indonesia dan Tiongkok. Institusi tersebut juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan bank sentral, regulator, serta lembaga keuangan lainnya guna memperkuat mekanisme transaksi mata uang lokal di kawasan.

Dalam wawancara yang sama, Li Hongwei, Minister Counselor Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, menyebut nilai perdagangan bilateral Indonesia-Tiongkok telah melampaui 150 miliar dolar AS pada 2025, mencapai 167,49 miliar dolar AS. Investasi langsung Tiongkok ke Indonesia juga mencapai 7,5 miliar dolar AS. Li menyoroti bahwa sistem layanan keuangan multitingkat yang dibangun kedua negara mendukung berbagai proyek kerja sama strategis.