Kemenkes tetapkan KLB campak di tujuh daerah Sulawesi Selatan
Kemenkes tetapkan KLB campak di tujuh wilayah Sulawesi Selatan
Makassar, Sulawesi Selatan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, dan Luwu Timur. Pengumuman ini disampaikan setelah adanya penyebaran penyakit di tingkat nasional, yang mendorong Kemenkes untuk mengeluarkan instruksi pemetaan kasus di wilayah tersebut.
“Status KLB campak di tujuh wilayah ditetapkan setelah virus ini menyebar secara nasional, meski sebenarnya pengambilan keputusan dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota,” jelas Yusri saat berbicara di Makassar, Minggu.
Dinkes Sulsel mencatat 169 anak yang terjangkit campak hingga 8 April setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium. Untuk mengatasi KLB, pihaknya juga melaksanakan Operasi Respon Imunisasi (ORI) darurat yang menargetkan anak usia 9 hingga 59 bulan.
“Tanpa kekebalan tubuh yang memadai, semua individu—termasuk yang telah divaksin—berpotensi terpapar virus, menjadikan setiap orang rentan,” terang Yusri.
Sinjai menjadi salah satu daerah yang terkena dampak KLB campak. Dinkes Sulsel mengimbau masyarakat untuk aktif membawa anak ke tempat vaksinasi, terutama untuk yang belum lengkap imunisasi.

