Program Terbaru: Menteri LH dorong Gerakan Indonesia Asri jadi rutinitas setiap pekan

Menteri Lingkungan Hidup Dorong Gerakan Indonesia Asri Jadi Aktivitas Mingguan

Kota Jambi menjadi lokasi utama dalam kegiatan gotong royong bersih-bersih yang dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Ia menekankan pentingnya menjadikan Gerakan Indonesia Asri sebagai kegiatan rutin setiap minggu, yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mendorong tindakan nyata dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah lingkungan.

Menurut Hanif, masyarakat harus berperan aktif dalam menjaga kebersihan daerah masing-masing. “Gerakan ini perlu diimplementasikan secara konsisten dengan melakukan kegiatan pembersihan lingkungan minimal satu kali per minggu di setiap wilayah,” ujarnya setelah mengikuti apel dan bersih-bersih di Danau Sipin, Telanaipura, Sabtu.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Pengelolaan sampah nasional masih menjadi tantangan serius, sehingga pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu ton dari total 141 ribu ton sampah per hari dapat diolah melalui program PSEL atau Waste to Energy (WTE) sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025,” tambahnya.

Gerakan Indonesia Asri Sebagai Respons Instruksi Presiden

Gerakan Indonesia Asri ditetapkan sebagai respons atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat tentang kebersihan lingkungan, dengan keterlibatan aktif warga sebagai faktor penentu keberhasilannya.

Menurut Hanif, sampah masih menjadi masalah serius yang memerlukan solusi terpadu. “Diperlukan langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengurangi dan mengelola volume sampah yang mencapai ratusan ribu ton per hari secara efektif,” katanya.

Komitmen Daerah dalam Mendukung Program Nasional

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong penggunaan teknologi pengelolaan sampah, seperti WTE. “Kami mengapresiasi enam kabupaten/kota di Jambi yang telah menghentikan pembuangan sampah secara terbuka, sekaligus mendorong lima daerah lainnya untuk segera beralih ke sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Hanif.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jambi Al Haris menyatakan dukungan pemerintah provinsi terhadap kebijakan nasional tersebut. Ia juga menyoroti percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Sementara Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa pemerintah kota telah mengoptimalkan pengelolaan sampah dari hulu melalui program OPBM. Tujuannya adalah mencakup 250 ribu rumah tangga, didukung dengan penegakan regulasi penghapusan TPS liar serta pengembangan inovasi seperti RDF, maggot, pupuk cair, dan persiapan pembangunan WTE.