Rencana Khusus: Undiksha kukuhkan tiga guru besar program berdampak
Undiksha kukuhkan tiga guru besar program berdampak
Singaraja, Bali (ANTARA) – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali, telah menetapkan tiga profesor baru sebagai bentuk komitmen yang nyata dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi. Rektor Undiksha, Prof I Wayan Lasmawan, mengatakan pengukuhan ini menunjukkan upaya berkelanjutan institusi untuk mendorong pendidikan yang memiliki dampak luas.
“Pengukuhan ini menjadi bukti komitmen Undiksha dalam mendorong pendidikan tinggi yang berdampak,” ujarnya dalam pidato di Singaraja, Bali, Jumat. Lasmawan menegaskan bahwa kehadiran ketiga profesor ini akan memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan Undiksha, yang merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Pulau Dewata.
“Jangan menulis hanya untuk dipahami, teruslah menulis sehingga tidak mungkin disalahpahami. Jangan menilai setiap hari dari hasil panen, tetapi dari benih kebaikan yang ditanam,” tambahnya.
Ketiga profesor yang ditetapkan memiliki latar belakang akademik yang teruji, baik dalam pendidikan hingga jenjang doktor maupun dalam meraih jabatan tertinggi di bidang akademik. Lasmawan menyebut perjalanan seorang dosen menuju titik puncak akademik memerlukan dua aspek utama: pendidikan tertinggi dan jabatan profesor.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi motivasi bagi rekan-rekan dosen lainnya. Data menunjukkan, saat ini ada 81 dosen Undiksha yang memiliki gelar doktor dan jabatan Lektor Kepala, dengan potensi besar untuk mencapai gelar profesor. “Dengan tekad kuat dan dukungan institusi, saya yakin capaian profesor dapat diraih dalam waktu singkat,” imbuhnya.
Profil Guru Besar Baru
Para profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang studi berbeda. Mereka adalah Prof Luh Joni Erawati Dewi, yang fokus pada penelitian dan evaluasi pendidikan; Prof Gede Suweken, dalam bidang pendidikan matematika terapan; serta Prof I Dewa Ayu Made Budhyani, yang menekankan pengukuran dan evaluasi pendidikan vokasional desain fashion.
Dengan penambahan ini, jumlah profesor Undiksha kini mencapai 98 orang. Lasmawan menegaskan bahwa jabatan profesor bukan sekadar prestasi individu, tetapi juga bentuk keberhasilan institusi dalam memperkuat peran Undiksha dalam pembangunan pendidikan tinggi yang berdampak di Indonesia.

