Strategi Penting: Menhub minta warga laporkan lewat medsos jika ada pungli transportasi
Menhub Minta Warga Lapor Pungli Transportasi via Medsos
Kota Jakarta – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam layanan transportasi. Ia menekankan bahwa informasi bisa disampaikan melalui media sosial agar pihak terkait segera menindaklanjuti. Permintaan ini muncul setelah terdengar laporan mengenai dugaan pungli di program mudik gratis menggunakan moda transportasi laut di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari.
“Kemenhub memiliki media sosial, jadi warga cukup laporkan jika menemukan bukti pungli. Video atau foto bisa menjadi bahan evaluasi dan investigasi kita. Tidak perlu malu, ada bukti laporkan saja,” ujar Menhub saat berbincang dengan media di Jakarta, Rabu malam.
Menhub juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait dugaan pungli tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan detail lengkap, termasuk waktu kejadian, lokasi, serta pihak yang diduga terlibat. “Apakah sudah ada laporan? Siapa yang melakukan pungli?” tanyanya sambil menanyakan kembali kepada awak media.
Dudy memastikan bahwa laporan yang dilengkapi bukti akan sangat berguna bagi Kemenhub dalam mempercepat investigasi dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku. Ia menjelaskan bahwa partisipasi publik sangat penting untuk menjaga transparansi dan kualitas layanan transportasi yang diberikan pemerintah.
Pelaporan Melalui Medsos Diprioritaskan
Menhub menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan berbagai platform media sosial yang dimiliki Kemenhub sebagai sarana pelaporan cepat. “Jika terjadi pungli, mintalah informasi lengkap seperti kapal yang digunakan, waktu kejadian, dan detail lainnya. Jangan ragu mengunggah bukti ke medsos,” tambahnya.
Dokumentasi berupa video atau foto disebutkan Menhub sebagai alat untuk memperkuat laporan. Dengan adanya bukti visual, proses verifikasi bisa lebih akurat dan mudah dilakukan. Selain itu, laporan dari warga akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Detik Pungli di Kota Kendari
Sebelumnya, beredar kabar di Kota Kendari yang menyebutkan adanya pungli terhadap calon penumpang program mudik gratis. Sejumlah orang mengaku diminta uang sebesar Rp12.000 meski telah terdaftar sebagai penerima tiket gratis. Insiden ini terjadi di Pelabuhan Nusantara, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari.
Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kemenhub telah menyediakan sekitar 6.000 tiket kapal gratis untuk masyarakat Sulawesi Tenggara. Tiket tersebut diberikan untuk rute perjalanan Kendari-Raha, Raha-Kendari, Kendari-Baubau, dan Baubau-Kendari. Dudy berharap pelaporan dari masyarakat bisa menjadi sarana untuk menyelesaikan masalah tersebut secara transparan.

