Info Terbaru: PBB: Serangan Israel di Lebanon mengancam perdamaian di Timur Tengah
PBB: Serangan Israel di Lebanon mengancam perdamaian di Timur Tengah
Istanbul – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan kecaman tajam terhadap serangan Israel yang menyerang Lebanon dan menyoroti potensi ancaman terhadap upaya perdamaian regional. Dalam pernyataannya yang dirilis Rabu (8/4), ia menegaskan bahwa serangan tersebut menyebabkan seratusan korban sipil tewas serta terluka, termasuk anak-anak, sekaligus merusak infrastruktur penduduk secara signifikan.
“Sekretaris Jenderal mengkhawatirkan meningkatnya jumlah korban dan mengecam keras jatuhnya nyawa manusia. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah serta rakyat Lebanon, sembari berharap para korban yang terluka segera pulih,” tulis pernyataan tersebut.
Dalam pernyataannya, Guterres menekankan pentingnya menjunjung hukum internasional, termasuk prinsip hukum humaniter. Ia menegaskan bahwa warga sipil dan fasilitas mereka harus dilindungi kapan saja, serta serangan yang menargetkan mereka dianggap tidak dapat diterima. Ia menambahkan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik ini, dan mengajak semua pihak kembali menempuh jalur diplomasi serta berkomitmen penuh pada pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Pengumuman Gencatan Senjata
Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa (7/4), bertujuan mendorong kesepakatan akhir untuk berhenti dari serangan yang terus berlangsung sejak 28 Februari. Serangan ini memicu banyak kematian dan cedera. Pengumuman tersebut diberikan kurang dari dua jam sebelum berakhirnya tenggat waktu yang secara berulang diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump, agar Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan atau menghadapi “kehancuran seluruh peradaban.”
“Dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap kesepakatan tersebut serta upaya membangun perdamaian yang berkelanjutan di wilayah itu,” demikian pernyataan yang disebutkan.

