Program Terbaru: Wamenkes: CKG dan inovasi menjadi harapan dalam mengeliminasi TBC RI

Wamenkes: CKG dan inovasi menjadi harapan dalam mengeliminasi TBC RI

Jakarta – Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa langkah percepatan penghapusan tuberkulosis (TBC) melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pengembangan inovasi menjadi kunci utama menghadapi tantangan penularan dan kematian akibat penyakit ini. Menurutnya, TBC tetap menjadi masalah besar yang memerlukan penanganan multidimensi.

Tahunan, Indonesia mencatat lebih dari satu juta kasus TBC, menjadikannya negara dengan beban penyakit ini yang cukup tinggi di tingkat global. Karena itu, pemerintah fokus pada upaya deteksi dini yang masif, termasuk implementasi CKG dengan target mencapai 130 juta penduduk pada 2026.

“Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang teridentifikasi dan ditangani adalah langkah penting menyelamatkan nyawa,” ujar Wamenkes Benjamin dalam wawancara di Jakarta, Selasa. Ia juga menyoroti peran inovasi, seperti lebih dari 100 alat diagnostik, 29 jenis obat, dan 18 kandidat vaksin yang sedang dikembangkan.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan,” tambahnya.

Di sisi lain, Perwakilan WHO Indonesia, Setiawan Jati Laksono, menekankan perlunya dukungan internasional untuk memperkuat upaya pencegahan TBC. Ia menyebutkan Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TBC dunia.

Data terkini menunjukkan bahwa pada 2024, terdapat sekitar 118.000 kematian akibat TBC di kalangan individu tanpa HIV dan 8.100 kematian pada penderita HIV. “TBC tetap menjadi ancaman global. Meski ada kemajuan, laju penurunan belum memadai,” katanya.

WHO juga mengingatkan adanya tantangan signifikan, seperti kasus yang belum terdeteksi, TBC resisten obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok. Untuk itu, strategi seperti pelacakan kontak erat, terapi pencegahan, serta peran masyarakat dan kader kesehatan harus terus ditingkatkan.