Isu Penting: Gubernur NTT nilai pawai paskah 2026 wadah pembinaan generasi muda

Gubernur NTT nilai pawai paskah 2026 wadah pembinaan generasi muda

Di Kupang, Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka menilai acara Pawai Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh Pemuda Gereja Injili Masehi di Timor (GMIT) tidak hanya berupa upacara keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter generasi muda. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai pengejawantahan iman, yang bertujuan memperingati kebangkitan Yesus Kristus, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan di kalangan pemuda GMIT.

Kegiatan sebagai momentum sosial

Gubernur menyatakan bahwa Festival Paskah tersebut juga membawa dampak positif terhadap harmoni sosial dan kesejahteraan masyarakat NTT. “Dengan potensi yang dimiliki, acara ini berperan penting dalam mendorong kehidupan berkelanjutan serta membentuk masyarakat yang maju dan harmonis,” ujarnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Pawai Paskah 2026 menjadi bukti nyata bagaimana keagamaan bisa menjadi wadah untuk mempererat persatuan,” tambah Melki.

Toleransi sebagai nilai utama

Dalam konteks sosial, gubernur menegaskan bahwa NTT terkenal dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan dalam damai. “Kota ini adalah contoh nyata akan kota yang dikenal sebagai ‘Nusa Terindah Toleransi’,” katanya.

Tema “Cahaya Damai dari Gerbang Selatan Nusantara” dalam acara ini menggambarkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga persatuan dan toleransi. Selain itu, acara tersebut juga membawa isyarat positif terkait peran pemuda dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal.

Pesan dari tokoh lain

Ketua Sinode GMIT, Samuel Pandie, mengungkapkan bahwa Paskah merupakan kesempatan untuk mengekspresikan iman dalam kehidupan sosial. Ia juga meminta dukungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menangani berbagai tantangan seperti stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta isu di wilayah 3T.

“Kita perlu memperkuat solidaritas antarumat beragama, karena perbedaan adalah anugerah Tuhan,” kata Romo Dus Bone.