BPBD Cianjur masih melakukan pendataan terkait banjir

BPBD Cianjur Sedang Mengumpulkan Data Terkait Banjir dan Longsor

Minggu malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih dalam proses pengumpulan informasi terkait bencana alam yang melanda sejumlah kecamatan. Hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi lebih dari dua jam, menyebabkan banjir dan longsor di wilayah tersebut.

Pendataan Berlangsung di Kecamatan Terdampak

Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengungkapkan bahwa banjir cukup parah menghambat akses utama menuju wilayah selatan, khususnya di Kecamatan Cilaku dan Cibeber. Arus lalulintas sempat terganggu akibat genangan air yang menutupi jalan utama. Di Kecamatan Bojongpicung dan Gekbrong, banjir juga terjadi, meski laporan sementara menunjukkan tidak ada warga yang terpaksa mengungsi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kami masih menunggu data dari petugas dan relawan yang telah ditempatkan di lokasi bencana alam banjir serta longsor di beberapa kecamatan. Termasuk di Kecamatan Gekbrong, yang dilaporkan mengalami longsor,” kata Asep Sudrajat.

Dia menjelaskan bahwa genangan air terjadi karena saluran drainase di sejumlah titik tertutup. Hujan deras yang terjadi sejak sore hingga malam hari menyebabkan air tumpah ke jalan raya. Di Kecamatan Cibeber dan Cilaku, beberapa permukiman terendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari beberapa sentimeter hingga satu meter.

Rel Kereta Api Terendam Banjir

BPBD memastikan bahwa dari tiga kecamatan yang dilanda banjir, tidak ada korban jiwa atau warga yang mengungsi. Sebagian besar penduduk memilih bertahan di rumah dengan harapan air segera surut.

“Data sementara menunjukkan tidak ada warga yang harus mengungsi akibat kerusakan. Kami akan terus memperbarui informasi yang masuk,” tambahnya.

Sementara itu, informasi terkini menyebutkan banjir di Kecamatan Cibeber menyebabkan kerusakan pada rel kereta api. Hal ini menghambat operasional Kereta Api Siliwangi yang menghubungkan rute Cipatat-Cianjur-Sukabumi. BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah dekat sungai dan tebing yang rentan longsor, selama cuaca ekstrem masih berlangsung.