Kunjungan Penting: Menbud ungkap keunikan sarkofagus di Situs Cipari Kuningan

Membudungkan Pengetahuan tentang Situs Cipari Kuningan

Kuningan – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyoroti perbedaan spesifik dari sarkofagus yang ditemukan di Situs Cipari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ia menyatakan bahwa struktur peti kubur batu ini menjadi bukti nyata kemajuan teknik penguburan oleh masyarakat prasejarah di daerah tersebut.

Dalam kunjungan kerjanya di Kuningan, Sabtu, Menbud menjelaskan bahwa sarkofagus di tempat ini terdiri dari empat lempengan batu andesit yang tidak menyatu dalam satu batuan utuh. Ini berbeda dengan penemuan serupa di lokasi lain yang umumnya berbentuk monolit tunggal. “Struktur unik ini menunjukkan cara konstruksi yang berbeda pada masa itu,” tambahnya.

“Temuan-temuan sarkofagus atau tempat kubur batu dengan bentuk yang spesial ini, merupakan bukti bahwa teknologi mereka berbeda dari yang lain,” ujarnya.

Menurut Menbud, Situs Cipari telah menjadi objek penelitian sejak awal 1970-an oleh para arkeolog. Situs tersebut menurutnya mencakup periode Neolitikum hingga Megalitikum, dengan rentang waktu sekitar 2.000 hingga 500 tahun sebelum Masehi. “Kawasan ini menunjukkan bahwa Kuningan sudah terlibat dalam peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu,” katanya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Menbud menekankan perlunya penguatan ekskavasi lebih lanjut untuk mengungkap temuan baru di Situs Cipari. Ia berharap kerja sama dengan para peneliti akan membuka peluang penemuan yang lebih menarik. “Dengan terus menggali, kita bisa menemukan hal-hal yang belum terungkap sebelumnya,” tuturnya.

Pemerintah juga telah melakukan revitalisasi museum di area tersebut untuk menyimpan artefak dan menyajikan narasi sejarah secara lebih menarik. Museum yang telah diperbaiki dilengkapi dengan tampilan rapi serta elemen digital untuk meningkatkan pengalaman edukasi pengunjung. Selain itu, kawasan Situs Cipari memiliki potensi sebagai pusat budaya karena memiliki fasilitas seperti amphitheater dan lingkungan alam yang mendukung.

Menurut Menbud, pengembangan Situs Cipari sebagai ruang budaya penting dalam menjaga warisan sejarah. “Kolaborasi antara Kemenbud, pemerintah daerah, serta komunitas lokal harus terus ditingkatkan agar situs ini tetap hidup dalam budaya generasi muda,” imbuhnya.