Strategi Penting: AS Ingin Invasi Pulau Kharg di Iran, Ini 5 Risikonya

AS Ingin Invasi Pulau Kharg di Iran, Ini 5 Risikonya

Di Teheran, Presiden Donald Trump mengancam untuk mengirimkan pasukan darat guna mengambil alih infrastruktur minyak kritis di Pulau Kharg, Iran. Gerakan ini dianggap bisa menimbulkan risiko serius oleh para ahli, termasuk potensi kerugian nyawa warga Amerika serta kemungkinan gagal mengakhiri perang. Dalam upaya menghentikan produksi minyak Iran, para pakar menyebut bahwa taktik yang lebih efektif mungkin adalah membangun blokade laut terhadap kapal yang telah mengisi bahan bakar di terminal minyak Pulau Kharg.

Risiko 1: Ancaman pada Pasukan AS

Karena Pulau Kharg berada dekat dengan daratan utama Iran, penyerangan ke sana bisa berpotensi merusak banyak infrastruktur militer AS, kata Michael Eisenstadt, mantan analis militer yang kini memimpin Program Studi Militer dan Keamanan di Washington Institute for Near East Policy. Sebagai pensiunan perwira cadangan Angkatan Darat yang pernah bertugas di Irak, Eisenstadt menekankan bahwa menempatkan pasukan di lapangan bisa efektif secara psikologis untuk menyerang Iran, tetapi juga membahayakan pasukan AS sendiri.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Mengerahkan pasukan di lapangan mungkin efektif secara psikologis untuk menyerang Iran,” ujar Eisenstadt. “Namun, Anda juga membahayakan pasukan Anda sendiri. Pulau itu tidak jauh dari daratan utama, sehingga mereka bisa menimbulkan kerusakan besar jika bersedia merusak infrastruktur mereka sendiri.”

Risiko 2: Peningkatan Konflik

Merebut Pulau Kharg berpotensi memperparah ketegangan antara Iran dan sekutunya, termasuk pemberontak Houthi Yaman, menurut Danny Citrinowicz, ahli Iran di Institut Studi Keamanan Nasional Israel. Ia memperingatkan bahwa Iran dan sekutunya bisa mengintensifkan pembalasan, seperti menanam ranjau di Selat Hormuz atau menyerang target dengan drone di seluruh Semenanjung Arab, mulai dari Teluk Persia hingga Laut Merah.

“Pulau Kharg bisa memicu konflik yang lebih besar. Mereka mungkin membalas dengan ranjau atau serangan drone di wilayah Semenanjung Arab,” kata Citrinowicz. “Kesulitan merebut dan mempertahankan pulau ini bisa menjadi tantangan yang berujung pada kerugian ekonomi, meski tidak secara langsung memaksa Iran menyerah.”

Risiko 3: Dampak Ekonomi Global

Para peneliti komoditas dan bank investasi mengingatkan bahwa pembalasan besar-besaran bisa memengaruhi harga energi serta perekonomian global. Dengan 90% ekspor minyak Iran melewati terminal di Pulau Kharg, mengambil alih area ini bisa mengganggu pasokan energi, terutama karena garis pantai Iran sebagian besar terlalu dangkal untuk kapal tanker berlabuh.

Risiko 4: Ketergantungan pada Operasi Laut

Jika AS memilih strategi blokade laut, keberhasilan taktik ini bergantung pada kemampuan mengendalikan jalur laut yang vital. Meski efektif dalam memutus alur ekspor minyak, operasi blokade bisa terganggu oleh respons Iran, termasuk pembangunan fasilitas alternatif di wilayah lain.

Risiko 5: Tekanan Politik Pada Trump

Trump terus menghadapi tekanan besar untuk mengakhiri konflik dengan Iran, yang telah menyerang pangkalan dan sekutu AS di wilayah tersebut. Taktik invasi di Pulau Kharg mungkin memperpanjang ketegangan, tetapi juga memperkuat posisi Trump dalam negosiasi, tergantung pada respons Iran dan dampak global dari aksi militer tersebut.