Hasil Pertemuan: Prabowo ke Menteri-Kepala Badan: Bersihkan Dirimu atau “You” Nanti Akan Dibersihkan

Prabowo ke Menteri-Kepala Badan: Bersihkan Dirimu atau “You” Nanti Akan Dibersihkan

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pembersihan institusi pemerintahan dari praktik korupsi. Ia meminta para menteri dan kepala badan untuk mengambil tindakan tegas dalam memperbaiki kinerja. “Makanya saya, ke semua kawan-kawan di semua lembaga saya kasih tahu saja,

you bersihkan dirimu atau you nanti akan dibersihkan

,” ujar Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar, yang dikutip dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden, pada Minggu (22/3/2026).

Menurut Prabowo, instruksi tersebut langsung diterapkan oleh sejumlah menterinya. Ia mengungkapkan, dalam upaya reformasi, sektor pendidikan menjadi fokus utama. “Saya ingin memperbaiki 300.000 sekolah hingga 2029,” tambahnya. Contoh nyata dari komitmen ini adalah Kepala Badan Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodomeski, yang meski memiliki kepribadian lembut, tetap tegas dalam menindak anggota yang tidak disiplin. “Kalau Anda lihat menteri PU saya sekarang, siapa, Dody, orangnya kan baik, tapi kalau mau main-main, dia pecat dua dirjen,” terang Prabowo.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Di sisi lain, Prabowo menyoroti perlunya reformasi dalam sistem meritokrasi. “Kita harus beringgovernance kita, ya kan. Hal-hal seperti kecenderungan menipu, menyelundup, under-invoicing, semua praktik-praktik itulah. Ini pelan-pelan kita benahi,” katanya. Ia juga menyebutkan tren peningkatan penerimaan pajak setelah adanya pembersihan di Direktorat Jenderal Pajak. “Januari, Februari, Maret ini naiknya cukup signifikan. Naiknya sekitar 30 persen loh. Mudah-mudahan bertahan. Mungkin, dengan kita bersihkan Direktorat Pajak, ini ada peningkatan,” ujarnya.

Prabowo kemudian menyebutkan sektor Bea Cukai yang perlu diperbaiki. “Ini sekarang Bea Cukai harus kita bersihkan juga. Semua institusi-institusi kita harus kita bersihkan,” katanya. Dalam kesempatan ini, ia menekankan pentingnya supremasi hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik. Selain itu, Presiden juga menyoroti kondisi rakyat Indonesia yang masih banyak hidup sederhana dan kekurangan. “Jadi kalau ini kita berdayakan,

kita bisa memberdayakan mereka dengan dana, bayangkan pertumbuhan yang mungkin terjadi?

” ujar dia.