Isu Penting: 10 Info Terkini Perkara Aktivis KontraS Disiram Air Keras

10 Info Terkini Perkara Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus, wakil koordinator KontraS, masih dalam proses penyelidikan. Polda Metro Jaya mengungkapkan poin-poin terbaru terkait kejadian tersebut. Berdasarkan laporan detikcom, Senin (17/3/2026), insiden dianggap terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan dua pria diduga melakukan tindakan ini sambil berkendara di atas sepeda motor.

Metode Ilmiah Dalam Penyelidikan

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menjelaskan bahwa penyelidikan berlangsung dengan pendekatan ilmiah. “Sejak menerima laporan, tim Polda Metro Jaya dan Mabes Polri telah melaksanakan investigasi kepolisian menggunakan metode scientific crime investigation,” ujar Asep. Metode ini mencakup pemeriksaan kondisi korban, pengumpulan keterangan saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), pembuatan visum et repertum, serta pengumpulan bukti lainnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Semua tahapan dilakukan untuk memastikan peristiwa ini diungkap secara objektif berdasarkan fakta, bukti, dan saksi yang valid,” lanjut Irjen Asep.

Kepolisian berkomitmen menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. “Langkah ini diambil sesuai arahan Presiden serta instruksi Kapolri agar seluruh proses berjalan terorganisir dan tidak menimbulkan kesan tidak jelas di tengah masyarakat,” tambahnya.

Analisis Rute dari CCTV

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebutkan bahwa rute pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus telah dianalisis melalui 86 titik kamera pengawas. “Suspect diduga mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian, dengan jalur terdeteksi mulai dari wilayah Jakarta Selatan hingga titik pertemuan awal di Jalan Medan Merdeka Timur, sekitar Stasiun Gambir,” jelas Iman.

“Setelah itu, para pelaku menuju Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat, lalu melintasi Jalan Medan Merdeka Barat sebelum bergerak ke kawasan Tugu Tani. Jalur ini melewati area sekitar Monas,” tambah Dirreskrimum tersebut.

Dari Tugu Tani, pelaku sempat berhenti di SPBU Cikini, Jakarta. Polisi menegaskan bahwa analisis ini membantu memperjelas pola pergerakan terduga pelaku. Seluruh proses investigasi dijelaskan dengan detail untuk memastikan kebenaran fakta dan menghindari kesalahpahaman di tengah publik.