Program Terbaru: AS-Israel Kompak “Gebuki” Iran, Teheran Ternyata Simpan Kejutan

AS-Israel Kompak “Gebuki” Iran, Teheran Ternyata Simpan Kejutan

Jakarta, CNBC Indonesia — Serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dinilai telah mengurangi kapasitas militer Teheran secara signifikan, terutama dalam hal peluncuran rudal dan drone. Meski demikian, para ahli menyatakan bahwa Iran masih mampu menimbulkan ancaman serius di wilayah Timur Tengah. Pemerintah AS melalui Gedung Putih mengklaim keberhasilan operasi militer yang disebut “Operation Epic Fury” dalam menghancurkan kemampuan rudal balistik Iran. “Kemampuan rudal balistik Iran telah hancur secara fungsional. Angkatan laut mereka dinilai tidak efektif dalam pertempuran. Dominasi udara yang lengkap dan total atas Iran,” ujar Gedung Putih, dilansir Al Jazeera.

Intensitas Serangan Turun Drastis

Dalam 24 jam pertama konflik, Iran meluncurkan 167 rudal dan 541 drone ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Namun, data dari Kementerian Pertahanan UEA menunjukkan jumlah serangan menurun drastis menjadi hanya empat rudal dan enam drone pada hari ke-15 perang. Serangan terhadap Israel juga mengalami penurunan, dari hampir 100 proyektil dalam dua hari awal menjadi hanya satu digit dalam beberapa hari terakhir, menurut Institute for National Security Studies.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kemampuan rudal balistik Iran telah hancur secara fungsional. Angkatan laut mereka dinilai tidak efektif dalam pertempuran. Dominasi udara yang lengkap dan total atas Iran,”

Pentagon menyatakan peluncuran rudal turun hingga 90% dari hari pertama, sementara serangan drone berkurang 86%. Meski demikian, situasi di lapangan menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Qatar mengumumkan berhasil mencegat rudal terbaru Iran, sementara Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan Bahrain juga mengeluarkan peringatan. Sebuah rudal bahkan dilaporkan jatuh di mobil di Abu Dhabi dan menewaskan satu orang, menunjukkan ancaman belum sepenuhnya hilang.

Strategi Baru Iran: Perang Jangka Panjang

Para ahli menilai Iran kini berubah strategi menjadi perang berkepanjangan. Peneliti di German Institute for International and Security Affairs, Hamidreza Azizi, mengatakan bahwa Iran berusaha membuat lawan kehabisan kemampuan pertahanan lebih dulu. “Mungkin ada ketertarikan untuk menjadikan ini perang gesekan,” tambah Azizi. Iran juga mendesentralisasi sistem peluncuran dengan mengandalkan peluncur bergerak yang lebih sulit dideteksi. “Ini adalah perlombaan tentang waktu,” katanya.

“Mungkin ada ketertarikan untuk menjadikan ini perang gesekan,”

Pemerintah AS menyatakan bahwa peluncur rudal Iran telah dinonaktifkan sekitar 290 dari total 410 hingga 440 unit. Namun, luasnya wilayah Iran membuat penghancuran total menjadi sulit. Profesor di National Defense University, David Des Roches, menegaskan bahwa keterbatasan intelijen di lapangan menjadi kendala utama. “Tidak mudah untuk mengidentifikasi peluncurnya. Yang kita lihat adalah rudal yang ditempatkan di tempat-tempat tersembunyi atau tidak terkait dengan militer sebelum perang, ketika pengawasan masih minim,” ujarnya.

“Tidak mudah untuk mengidentifikasi peluncurnya. Yang kita lihat adalah rudal yang ditempatkan di tempat-tempat tersembunyi atau tidak terkait dengan militer sebelum perang, ketika pengawasan masih minim,”

Menurut Des Roches, penurunan serangan terjadi karena Iran kehilangan kemampuan untuk meluncurkan serangan dalam jumlah besar sekaligus. “Secara militer, [tindakan Iran] tidak signifikan. Ini yang disebut tembakan provokatif untuk melemahkan sistem peringatan di negara-negara tetangga dan menakut-nakuti orang,” katanya. Meski tidak ada angka resmi, laporan intelijen Israel memperkirakan Iran memiliki sekitar 3.000 rudal, turun menjadi 2.500 setelah perang 12 hari pada Juni lalu.

Iran diketahui memiliki salah satu persediaan rudal balistik terbesar di kawasan. Pada 2022, Kantor Direktur Intelijen Nasional AS menilai Iran memiliki inventaris terbesar di Timur Tengah. Strategi utama AS-Israel adalah menghancurkan peluncur rudal Iran, karena setiap peluncuran menciptakan jejak yang dapat dideteksi oleh satelit dan radar, sehingga memudahkan pelacakan.