Kronologi Lengkap Sampah TPST Bantargebang Longsor Menimbun Lima Truk dan Warung – Empat Orang Ditemukan Meninggal Dunia

Kronologi Lengkap Sampah TPST Bantargebang Longsor Menimbun Lima Truk dan Warung, Empat Orang Ditemukan Meninggal Dunia

Insiden Longsor di TPST Bantargebang

Longsor material sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3/2026). Menurut informasi dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.

“Tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa 5 unit truk sampah dan 1 warung di sekitar lokasi,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis.

Pada waktu kejadian, truk-truk sampah sedang mengantre untuk membongkar muatan. Beberapa orang di area tersebut tidak sempat menyelamatkan diri. BPBD menyebutkan bahwa longsor diduga dipicu oleh hujan lebat yang berlangsung lama.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Dugaan penyebab hujan lebat dengan durasi lama,” ujar Isnawa.

Tim SAR gabungan terus bergerak untuk mencari korban. Evakuasi berlangsung dengan bantuan sekitar 20 unit ekskavator. Total korban yang dilaporkan mencapai 13 orang, terdiri dari tujuh orang meninggal dunia dan enam lainnya yang selamat.

Korban dan Pencarian Intensif

Dari 13 korban, empat jenazah telah ditemukan, yakni Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno (sopir truk), dan Irwan Supriatain (sopir truk). Dua korban lainnya, Jonan dan Risno, yang bekerja sebagai sopir truk, dinyatakan selamat.

Polda Metro Jaya menambahkan bahwa pencarian korban masih terus dilakukan karena diperkirakan masih ada yang tertimbun. BPBD menyatakan bahwa kondisi tumpukan sampah di Zona 4C TPST Bantargebang menjadi tidak stabil akibat hujan deras.

Sebagai langkah mitigasi, Zona 4A di TPST Bantargebang ditutup sementara. Petugas gabungan juga berupaya memastikan area longsoran stabil agar evakuasi bisa berjalan aman. Stabilitas material longsoran dinilai masih labil, sehingga masyarakat sekitar diminta tetap waspada.