Agenda Utama: Pramono usul PLTSa dibangun di tiga tempat guna atasi persoalan sampah

Pramono Usul PLTSa Dibangun di Tiga Lokasi untuk Atasi Persoalan Sampah

Jakarta (ANTARA) – Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta, mengajukan tiga lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kepada Menteri Lingkungan Hidup. Lokasi yang dipertimbangkan adalah Bantargebang, Rorotan, dan Sunter. Ia menjelaskan, jika rencana ini terwujud, Bantargebang akan menampung sekitar 3.000 ton sampah per hari, terdiri dari 2.000 ton baru dan 1.000 ton lama.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka masing-masing di Bantargebang kurang lebih 3.000 ton per hari, 2.000 sampah baru, 1.000 adalah sampah lama yang diambil dari Bantargebang,” ujar Pramono di Jakarta, Kamis.

Dalam pembicaraan, Pramono menyebutkan Rorotan akan menangani 2.000 ton sampah per hari yang semuanya baru. Sementara Sunter, khususnya ITF Sunter, diperkirakan menampung 2.500 ton, dengan komposisi seluruhnya sampah baru.

“Sedangkan untuk di Sunter, ITF Sunter, kurang lebih 2.500 semuanya adalah sampah baru,” katanya.

Dengan operasional PLTSa dan Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Pramono memproyeksikan kapasitas penanganan sampah akan meningkat hingga 6.500 hingga 7.000 ton per hari. Ini diperkirakan akan mengurangi beban sampah di Bantargebang sebanyak 1.000 ton setiap harinya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Saya yakin ini akan juga mengurangi volume yang ada di Bantargebang. Itu yang akan kami lakukan,” ujar Pramono.

Hari ini, Pramono menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang penanganan sampah perkotaan melalui pengelolaan menjadi energi listrik. Ia membagikan momen tersebut di akun Instagram pribadinya @pramonoanungw.

Dalam keterangan yang dibagikannya, Pramono menjelaskan bahwa pemerintah mengkaji transformasi sistem pengolahan sampah dari pendekatan pembuangan ke arah penggunaan energi terbarukan.

Dengan adanya Rakortas, Pramono berharap dapat mengurangi ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, serta mendukung target nasional pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Mohon doanya agar sinergi kami berjalan lancar dan bisa membawa perubahan baik untuk pengelolaan sampah di Jakarta,” ungkap Pramono.