DPC Golkar Pekalongan Mengaku Kaget Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diciduk KPK

DPC Golkar Pekalongan Terkejut atas Penangkapan Bupati Fadia Arafiq

KPK Ciduk Pemimpin Partai dalam Operasi Tangkap Tangan

KPK mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi di Semarang. Pemimpin partai ini langsung dibawa ke gedung Merah Putih di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan. Penyidik KPK menetapkan enam tersangka terkait kasus tersebut, menurut laporan yang beredar.

“Saya baru dengar kabarnya dari teman-teman DPC Pekalongan. Yang jelas kami semua kaget. Apalagi beliau sebagai Ketua DPC Golkar Kabupaten Pekalongan. Tahun ini sudah kepemimpinan yang periode ketiga,”

Sekretaris DPC Golkar Kabupaten Pekalongan, Ruben, mengatakan Fadia Arafiq merupakan anggota partai yang memiliki loyalitas tinggi. Ia menegaskan bahwa OTT dari KPK benar-benar mengagetkan rekan-rekan kader partainya. Meski telah menjabat sebagai bupati selama dua periode, Fadia tetap dipandang sebagai figur yang andal dalam peta politik daerah tersebut.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Fadia Arafiq sempat mengungkapkan rencana untuk mengadakan acara buka puasa bersama dengan pengurus dan kader Golkar. “Agenda terdekatnya paling buka puasa bersama,” pungkasnya. Penangkapan ini juga memicu reaksi dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menyatakan belum mengetahui informasi secara pasti.

Sebagai bupati yang menang dalam Pilkada 2024 dengan suara lebih dari 50 persen, Fadia dianggap sebagai tokoh penting dalam kebijakan daerah. Namun, kekayaannya sebesar Rp85,6 miliar per Maret 2025, berdasarkan LHKPN, menjadi sorotan KPK sebagai dasar penyelidikan. Selain ruang kerja bupati, KPK juga menyegel ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan.

Gejolak Politik dan Sorotan Publik

Penangkapan Fadia Arafiq memicu perdebatan di masyarakat, terutama karena respons negatifnya terhadap keluhan netizen. Beberapa kader Golkar merasa prihatin dengan situasi ini, mengingat Fadia diharapkan bisa memimpin daerah secara stabil.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan instruksi kepada kader yang telah dilantik menjadi kepala daerah, untuk tidak ikut kegiatan retreat di Magelang. Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menilai pernyataan Megawati dapat diartikan sebagai langkah menuju posisi oposisi.

Dalam konteks lain, pemecatan AKBP Fajar Widyadharma bukan hanya mengganggu karirnya, tetapi juga menimbulkan perdebatan terkait integritas Polri. Sementara itu, kegiatan salon kecantikan BigBoss Salon yang sempat ramai, kini terlihat sepi akibat dampak dari kasus korupsi ini.