Prakiraan Cuaca BMKG Minggu 1 Maret 2026: Waspadai Hujan Lebat di Jateng hingga Kalimantan
Prakiraan Cuaca BMKG Minggu 1 Maret 2026: Waspadai Hujan Lebat di Jateng hingga Kalimantan
Pada hari Minggu (1/3), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan tentang kemungkinan cuaca ekstrem di sejumlah daerah Indonesia. Faktor-faktor seperti bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik berpotensi memicu pembentukan awan hujan yang intens.
Kawasan Terdampak Hujan Lebat
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan deras hingga sangat deras, yang bisa disertai petir dan angin kencang. Wilayah rawan yang perlu diawasi meliputi Jawa Tengah, Kalimantan, serta daerah-daerah lain yang berpotensi terkena dampak serupa.
Bibit Siklon Tropis 90S
Salah satu penyebab utama adalah Bibit Siklon Tropis 90S yang terpantau berada di Samudera Hindia, tepatnya di barat daya Banten. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara sekitar 1005 milibar. Dalam 24–72 jam ke depan, bibit siklon ini diperkirakan bergerak ke arah barat dan tetap stabil, dengan risiko berkembang menjadi siklon tropis berkategori rendah.
Sistem Tekanan Rendah di Pasifik
Wilayah Samudera Pasifik utara Papua serta Teluk Carpentaria juga dipantau karena adanya sistem tekanan rendah. Daerah konvergensi dan konfluensi terbentuk di Samudera Pasifik utara Papua, perairan selatan Nusa Tenggara Timur, dan bagian utara Australia. Sementara itu, di perairan utara Kalimantan Barat, sirkulasi siklonik menciptakan kondisi serupa di Laut Cina Selatan.
Langkah Kewaspadaan Masyarakat
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan kemungkinan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia. BMKG memperingatkan masyarakat untuk tetap memantau perubahan cuaca melalui situs resmi bmkg.go.id dan akun media sosial BMKG. Waspadai khususnya bagi daerah rentan banjir, longsor, dan angin kencang akibat hujan deras.

