Cara Membuat Poster Penggalangan Dana yang Menarik

Sebuah kampanye penggalangan dana yang sukses seringkali dimulai dari satu titik sentral: sebuah poster yang mampu menangkap perhatian dan menggerakkan hati. Di tengah lautan informasi, poster Anda harus bisa menonjol, menyampaikan pesan dengan cepat, dan meyakinkan orang untuk berdonasi. Ini bukan sekadar tentang desain yang indah, tetapi tentang komunikasi strategis yang menggugah empati. Memahami cara membuat poster penggalangan dana yang menarik adalah kunci untuk mengubah niat baik menjadi aksi nyata. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah, mulai dari konsep dasar hingga detail teknis, untuk menciptakan poster yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan dan direspons oleh audiens.

Memahami Pondasi Poster Penggalangan Dana yang Efektif

Sebelum Anda membuka aplikasi desain atau bahkan memilih gambar, langkah pertama adalah membangun pondasi yang kokoh. Poster yang efektif bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari perencanaan strategis yang matang. Pondasi ini terdiri dari tiga elemen utama: tujuan yang jelas, pemahaman mendalam tentang audiens, dan pesan inti yang kuat. Tanpa ketiganya, desain sebagus apa pun akan terasa kosong dan gagal mencapai sasarannya. Ini adalah fase krusial yang akan menentukan arah visual dan narasi poster Anda.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Langkah fundamental dalam merancang poster adalah mendefinisikan tujuan spesifik dari penggalangan dana Anda. Apakah Anda mengumpulkan dana untuk korban bencana alam, membantu biaya pengobatan seorang anak, membangun fasilitas umum, atau mendukung program beasiswa? Tujuan yang spesifik akan membantu Anda merumuskan pesan yang lebih tajam. Selain itu, Anda perlu memahami siapa target audiens Anda. Apakah mereka mahasiswa, profesional muda, ibu rumah tangga, atau masyarakat umum? Gaya bahasa, pilihan gambar, dan bahkan skema warna akan sangat berbeda tergantung pada siapa yang Anda sasar. Poster untuk audiens muda mungkin lebih efektif dengan desain yang cerah dan modern, sementara poster untuk audiens yang lebih tua mungkin lebih merespons desain yang klasik dan formal.

Setelah tujuan dan audiens ditetapkan, saatnya merumuskan pesan inti (core message). Ini adalah satu kalimat atau gagasan utama yang ingin Anda tanamkan di benak siapa pun yang melihat poster Anda. Pesan ini harus sederhana, langsung, dan mudah diingat. Misalnya, alih-alih "Program Peningkatan Gizi Anak-Anak di Pedesaan", pesan intinya bisa lebih menggugah seperti "Satu Porsi Makananmu, Harapan Masa Depan Mereka." Pesan inti ini akan menjadi bintang pemandu untuk semua elemen lain dalam poster, mulai dari judul, gambar, hingga call to action.

Elemen Visual yang Wajib Ada untuk Menarik Perhatian

Manusia adalah makhluk visual. Otak kita memproses gambar 60.000 kali lebih cepat daripada teks. Oleh karena itu, elemen visual adalah senjata utama Anda untuk merebut perhatian dalam hitungan detik. Poster penggalangan dana yang berhasil adalah yang mampu menciptakan hierarki visual yang jelas, memandu mata audiens dari elemen yang paling penting hingga ke detail informasi. Penggunaan gambar yang kuat, psikologi warna yang tepat, dan tipografi yang terbaca adalah tiga pilar utama yang akan membuat desain Anda bekerja secara efektif.

Kombinasi harmonis dari ketiga elemen visual ini akan menciptakan sebuah poster yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga fungsional dalam menyampaikan pesan. Kesalahan dalam salah satu aspek ini dapat mengurangi efektivitas poster secara keseluruhan. Misalnya, gambar yang bagus bisa sia-sia jika teksnya sulit dibaca, atau skema warna yang menarik bisa gagal jika gambarnya tidak relevan. Mari kita bedah satu per satu cara mengoptimalkan setiap elemen visual ini.

Pemilihan Gambar atau Foto yang Menggugah Emosi

Gambar adalah jantung dari poster Anda. Pilihlah satu gambar utama yang memiliki dampak emosional tinggi. Foto yang menampilkan wajah seseorang—terutama yang menunjukkan kontak mata langsung—cenderung lebih efektif dalam membangun koneksi personal. Tunjukkan subjek dari kampanye Anda: anak yang tersenyum karena menerima buku baru, wajah lelah relawan di lokasi bencana, atau potret seseorang yang sedang berjuang dan membutuhkan bantuan. Keaslian adalah kunci; foto asli dari lapangan hampir selalu lebih kuat daripada foto stok yang generik. Pastikan foto tersebut memiliki resolusi tinggi agar tidak pecah saat dicetak atau ditampilkan di layar besar.

Fokus pada penceritaan visual melalui gambar. Alih-alih menampilkan kerumunan orang yang tidak jelas, fokuslah pada satu individu atau sebuah keluarga kecil. Ini memungkinkan audiens untuk lebih mudah berempati dan membayangkan diri mereka dalam situasi tersebut. Tunjukkan masalahnya, tetapi jika memungkinkan, sertakan juga secercah harapan atau solusi yang bisa dicapai melalui donasi. Misalnya, gambar tangan yang bersih memegang segelas air jernih bisa menjadi visual yang kuat untuk kampanye air bersih. Hindari gambar yang terlalu grafis atau menyedihkan yang bisa membuat orang berpaling. Tujuannya adalah membangkitkan empati, bukan rasa ngeri.

Psikologi Warna dalam Desain Poster Donasi

Warna berkomunikasi secara bawah sadar dan dapat mengatur mood poster Anda secara instan. Pemilihan palet warna yang tepat akan memperkuat pesan Anda. Warna hangat seperti merah, oranye, dan kuning cenderung menciptakan rasa urgensi, energi, dan perhatian. Merah sangat efektif untuk kampanye darurat seperti bantuan bencana atau kebutuhan medis mendesak. Warna dingin seperti biru dan hijau sering dikaitkan dengan ketenangan, kepercayaan, harapan, dan stabilitas. Biru cocok untuk kampanye kesehatan atau organisasi yang ingin menonjolkan kredibilitas, sementara hijau identik dengan kampanye lingkungan.

Gunakan skema warna yang konsisten dan tidak lebih dari 2-3 warna utama untuk menghindari desain yang terlihat berantakan. Gunakan satu warna dominan untuk latar belakang atau elemen besar, satu warna sekunder untuk menyeimbangkan, dan satu warna aksen yang kontras (seringkali warna hangat) untuk menyorot elemen terpenting seperti judul atau tombol call to action. Kontras antara warna teks dan latar belakang sangat penting untuk keterbacaan. Teks hitam di atas latar belakang putih adalah kombinasi paling aman, tetapi jangan takut bereksperimen dengan warna lain selama kontrasnya tetap tinggi.

Tipografi yang Jelas dan Mudah Dibaca

Pilihan font (jenis huruf) sangat memengaruhi bagaimana pesan Anda diterima. Aturan utamanya adalah keterbacaan di atas segalanya. Gunakan maksimal 2-3 jenis font dalam satu poster: satu untuk judul utama (headline), satu untuk badan teks (body text), dan mungkin satu lagi untuk detail kecil atau aksen. Untuk judul, pilih font yang tebal, jelas, dan menarik perhatian. Font Sans-serif (seperti Arial, Helvetica, atau Montserrat) seringkali menjadi pilihan yang baik karena tampilannya yang modern dan mudah dibaca dari jauh. Font Serif (seperti Times New Roman atau Garamond) dapat memberikan kesan yang lebih tradisional, formal, dan terpercaya.

Ciptakan hierarki tipografi yang jelas. Judul harus menjadi teks dengan ukuran paling besar. Subjudul bisa sedikit lebih kecil, dan badan teks harus memiliki ukuran yang nyaman untuk dibaca. Pastikan ada cukup ruang kosong (white space) di sekitar teks agar tidak terasa sesak dan mata pembaca bisa "bernapas". Hindari menggunakan font yang terlalu dekoratif atau rumit untuk informasi penting karena dapat mengorbankan keterbacaan. Ingat, orang hanya akan meluangkan beberapa detik untuk memindai poster Anda, jadi pastikan pesan utama dapat ditangkap dengan cepat.

Menyusun Konten Tekstual yang Persuasif dan Informatif

Setelah fondasi visual Anda kuat, saatnya mengisi poster dengan kata-kata yang mampu meyakinkan. Konten tekstual adalah jembatan yang menghubungkan emosi yang dibangkitkan oleh gambar dengan tindakan nyata yang Anda inginkan. Teks pada poster penggalangan dana harus ringkas, kuat, dan strategis. Setiap kata harus memiliki tujuan. Lupakan paragraf panjang dan kalimat yang berbelit-belit. Di sini, kita berbicara tentang copywriting yang tajam: judul yang memikat, narasi yang menyentuh, dan informasi esensial yang disajikan dengan jelas.

Tantangan utama dalam menulis teks untuk poster adalah keterbatasan ruang. Anda harus mampu menyampaikan cerita yang kompleks dan mengajak orang berdonasi hanya dalam beberapa kalimat. Untuk itu, Anda perlu mengadopsi struktur penulisan yang efektif. Mulailah dengan judul yang berfungsi sebagai kail, kemudian lanjutkan dengan narasi singkat yang membangun koneksi emosional, dan akhiri dengan semua informasi praktis yang dibutuhkan calon donatur untuk bisa berpartisipasi.

Struktur AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) adalah kerangka kerja yang sangat relevan di sini. Gambar dan judul Anda bertugas untuk menarik perhatian (Attention). Narasi singkat Anda harus membangkitkan minat dan keinginan untuk membantu (Interest & Desire). Terakhir, call to action dan informasi donasi akan mendorong mereka untuk mengambil tindakan (Action). Mari kita dalami cara mengeksekusi setiap bagian tekstual ini dengan efektif.

Membuat Judul (Headline) yang Tak Terlupakan

Judul adalah elemen teks pertama dan mungkin satu-satunya yang dibaca oleh banyak orang. Judul Anda harus lebih dari sekadar "Penggalangan Dana". Buatlah judul yang spesifik, personal, dan menggugah. Gunakan kata kerja aktif dan kalimat yang berorientasi pada hasil atau emosi. Pertimbangkan untuk mengajukan pertanyaan retoris yang membuat pembaca berhenti dan berpikir, atau gunakan angka dan fakta mengejutkan untuk menciptakan dampak instan.

Beberapa formula judul yang efektif antara lain:

  • Fokus pada Individu: "Bantu Rina Kembali Bersekolah" jauh lebih kuat daripada "Donasi untuk Pendidikan".
  • Gunakan Angka: "Hanya Rp 25.000 untuk Satu Buku Cerita Anak" membuat donasi terasa terjangkau dan konkret.
  • Ajukan Pertanyaan: "Bisakah Anda Membayangkan Hidup Tanpa Air Bersih?"
  • Ciptakan Urgensi: "Setiap Detik Berharga. Bantu Korban Banjir Sekarang."

Hindari judul yang terlalu umum atau klise. Jadikan judul Anda sebagai rangkuman paling kuat dari keseluruhan kampanye Anda.

Narasi Cerita (Storytelling) yang Menyentuh Hati

Manusia terhubung melalui cerita. Alih-alih hanya menyajikan data dan statistik, ceritakan sebuah kisah. Gunakan 2-3 kalimat singkat untuk menggambarkan situasi, memperkenalkan "tokoh" utama dari kampanye Anda (meskipun hanya berupa arketipe), dan menjelaskan bagaimana donasi dari pembaca dapat mengubah alur cerita tersebut. Storytelling yang efektif menciptakan empati dengan membuat masalah yang besar terasa personal dan dapat diatasi.

Cara Membuat Poster Penggalangan Dana yang Menarik

Contoh narasi singkat: "Setiap malam, Adi belajar di bawah temaram lilin karena desanya belum teraliri listrik. Impiannya menjadi dokter terancam padam. Donasi Anda dapat menyalakan lampu belajar dan masa depannya." Narasi seperti ini langsung menggambarkan masalah (kegelapan), memperkenalkan tokoh (Adi), menyajikan mimpinya (menjadi dokter), dan secara implisit menawarkan solusi (donasi untuk lampu). Cerita ini mengubah donatur dari sekadar pemberi uang menjadi pahlawan dalam kisah tersebut. Fokus pada satu cerita yang kuat alih-alih mencoba menceritakan semuanya.

Informasi Penting yang Wajib Dicantumkan

Transparansi dan kemudahan adalah kunci untuk mengubah niat menjadi donasi. Setelah emosi audiens tergugah, mereka membutuhkan informasi yang jelas tentang bagaimana cara membantu. Pastikan poster Anda memuat informasi berikut secara ringkas dan mudah ditemukan:

  • Penyelenggara: Siapa Anda? Cantumkan nama dan logo organisasi atau komunitas Anda untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan.
  • Tujuan Donasi: Jelaskan secara singkat dan spesifik untuk apa dana akan digunakan. Contoh: "Untuk pembelian 100 paket sembako" atau "Untuk biaya operasi jantung Bapak Budi".

Cara Berdonasi: Ini adalah bagian paling penting. Sediakan beberapa opsi yang mudah. QR Code (seperti QRIS) adalah metode yang sangat efektif saat ini. Cantumkan juga nomor rekening bank yang jelas dan nama pemilik rekening. Jika ada platform donasi online, sertakan tautan singkat (short link) atauusername* platform tersebut.
Narahubung (Contact Person*): Sediakan nomor telepon (WhatsApp) atau email yang bisa dihubungi jika calon donatur memiliki pertanyaan.

  • Batas Waktu (Jika Ada): Mencantumkan batas waktu penggalangan dana dapat menciptakan rasa urgensi.

Mendesain Call-to-Action (CTA) yang Tidak Bisa Ditolak

Call-to-Action (CTA) adalah puncak dari semua usaha Anda dalam mendesain poster. Ini adalah instruksi eksplisit yang Anda berikan kepada audiens tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. CTA yang lemah atau tidak jelas dapat membuat seluruh elemen poster yang sudah dibangun dengan baik menjadi sia-sia. Sebuah CTA yang efektif harus terlihat, spesifik, dan mendesak. Tujuannya adalah menghilangkan semua keraguan dan membuat langkah untuk berdonasi menjadi semudah dan sejelas mungkin.

Secara visual, CTA harus menjadi salah satu titik fokus utama pada poster. Jangan sembunyikan CTA di pojok bawah dengan tulisan kecil. Gunakan kontras warna yang tinggi untuk membuatnya menonjol dari latar belakang. Misalnya, jika desain Anda didominasi warna biru, gunakan tombol CTA berwarna oranye atau kuning. Letakkan CTA di dalam sebuah bentuk seperti tombol atau kotak untuk secara visual memisahkannya dari elemen lain. Beri ruang kosong yang cukup di sekelilingnya agar tidak terganggu oleh teks atau gambar lain.

Dari segi teks, gunakan kata-kata yang berorientasi pada tindakan (action-oriented verbs). Alih-alih frasa pasif seperti "Donasi Diterima", gunakan perintah yang kuat dan positif seperti "Donasi Sekarang", "Bantu Mereka Hari Ini", atau "Scan untuk Berbagi". Buatlah seolah-olah tindakan tersebut adalah langkah yang paling logis dan mudah untuk diambil setelah membaca poster. Menempatkan QR Code tepat di sebelah atau di bawah teks CTA adalah praktik terbaik karena langsung menyediakan alat untuk bertindak.

Aspek CTA Lemah (Kurang Efektif) CTA Kuat (Sangat Efektif)
Verbiage (Pilihan Kata) "Untuk donasi, silakan transfer" "DONASI SEKARANG" atau "SCAN & BANTU"
Visibilitas Teks kecil di bagian bawah poster, warna senada dengan latar. Ditempatkan di dalam tombol kontras, ukuran besar, dikelilingi ruang kosong.
Spesifikasi & Urgensi "Informasi lebih lanjut" "Bantu Sebelum Terlambat. Scan di Sini!"
Kedekatan dengan Alat Nomor rekening dan QR Code diletakkan terpisah jauh dari ajakan. Teks CTA diletakkan persis di atas atau di samping QR Code yang besar dan jelas.

Platform dan Alat untuk Membantu Desain Poster Anda

Kabar baiknya, Anda tidak perlu menjadi seorang desainer grafis profesional untuk menerapkan cara membuat poster penggalangan dana yang menarik. Saat ini, tersedia banyak sekali platform dan alat bantu, baik gratis maupun berbayar, yang dirancang untuk memudahkan siapa saja dalam menciptakan desain yang tampak profesional. Alat-alat ini menyediakan ribuan template, elemen grafis, dan fitur drag-and-drop yang intuitif.

Untuk pemula atau mereka yang membutuhkan hasil cepat, platform desain online adalah pilihan terbaik. Canva adalah yang paling populer dan sangat direkomendasikan. Canva menawarkan ribuan template poster penggalangan dana yang bisa Anda sesuaikan dengan mudah. Anda bisa mengganti gambar, teks, dan warna hanya dengan beberapa klik. Platform sejenis lainnya adalah Adobe Express (sebelumnya Adobe Spark) dan Visme, yang juga menawarkan fungsionalitas serupa dengan keunggulannya masing-masing. Platform ini biasanya memiliki versi gratis yang sudah sangat mumpuni untuk kebutuhan dasar.

Jika Anda memiliki anggaran lebih atau membutuhkan kontrol yang lebih besar atas desain, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan software profesional seperti Adobe Photoshop atau Adobe Illustrator. Kurva pembelajarannya memang lebih curam, tetapi hasilnya bisa jauh lebih unik dan disesuaikan. Alternatif lain yang sangat baik adalah menyewa seorang desainer grafis freelance dari platform seperti Sribulancer, Fastwork, atau Fiverr. Dengan memberikan brief yang jelas berdasarkan poin-poin yang telah kita bahas, Anda bisa mendapatkan hasil yang sangat profesional tanpa harus mendesainnya sendiri.

FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q: Berapa ukuran ideal untuk poster penggalangan dana?
A: Ukuran ideal sangat bergantung pada di mana poster akan ditempatkan. Untuk media sosial seperti Instagram feed, ukuran persegi (1080×1080 piksel) atau potret (1080×1350 piksel) sangat ideal. Untuk dicetak dan ditempel di mading atau papan pengumuman, ukuran A3 (29.7 x 42 cm) atau A4 (21 x 29.7 cm) adalah standar yang baik karena cukup besar untuk menarik perhatian tetapi tidak terlalu memakan tempat.

Q: Perlukah mencantumkan target dana yang ingin dicapai pada poster?
A: Ya, sangat dianjurkan. Mencantumkan target dana (misalnya, "Terkumpul: Rp 5 Juta / Rp 20 Juta") memberikan dua keuntungan. Pertama, ini menunjukkan transparansi dan memberikan tujuan yang konkret bagi donatur. Kedua, ini menciptakan gamifikasi dan rasa urgensi, mendorong orang untuk membantu mencapai target. Anda bisa memperbarui progres ini secara berkala jika poster disebar secara digital.

Q: Bagaimana cara termudah membuat QR Code untuk donasi?
A: Cara termudah dan paling umum di Indonesia adalah menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Jika Anda memiliki akun bank bisnis atau terdaftar di e-wallet tertentu sebagai merchant, Anda bisa men-generate QRIS statis. Untuk penggalangan dana pribadi, banyak aplikasi perbankan digital dan e-wallet kini memungkinkan pengguna biasa membuat QR untuk menerima transfer. Alternatifnya, Anda bisa menggunakan platform donasi online seperti Kitabisa yang secara otomatis akan membuatkan halaman kampanye lengkap dengan QR Code-nya.

Q: Mana yang lebih baik digunakan, foto asli atau ilustrasi?
A: Keduanya bisa efektif, tergantung konteks. Foto asli unggul dalam membangun empati dan menunjukkan realitas, sangat cocok untuk kampanye kemanusiaan, medis, dan bencana. Ilustrasi bisa menjadi pilihan yang baik ketika topik terlalu sensitif untuk ditampilkan dalam foto, atau ketika Anda ingin menciptakan nuansa yang lebih optimis, konseptual, atau menyasar audiens anak-anak dan remaja. Pastikan gaya ilustrasi sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

Q: Apa kesalahan paling umum yang harus dihindari saat membuat poster donasi?
A: Kesalahan paling umum adalah: 1) Informasi terlalu padat, membuat poster terlihat berantakan dan sulit dibaca. 2) Visual yang lemah, menggunakan gambar resolusi rendah atau tidak relevan. 3) CTA yang tidak jelas, membuat orang bingung bagaimana cara berdonasi. 4) Kurangnya informasi kredibilitas, tidak mencantumkan siapa penyelenggara donasi. 5) Desain yang tidak fokus, terlalu banyak warna atau font yang justru mengaburkan pesan utama.

Kesimpulan

Membuat poster penggalangan dana yang menarik dan efektif adalah sebuah seni yang memadukan psikologi, empati, dan strategi desain. Ini lebih dari sekadar merangkai gambar dan teks, melainkan tentang membangun jembatan emosional antara tujuan mulia Anda dengan hati para calon donatur. Dengan memulai dari pondasi yang kuat, memilih elemen visual yang menggugah, menyusun narasi yang menyentuh, dan merancang call-to-action yang tak terbantahkan, Anda dapat mengubah selembar poster menjadi alat penggerak perubahan yang kuat.

Ingatlah selalu untuk menempatkan audiens Anda sebagai prioritas, berkomunikasi dengan jelas dan jujur, serta memudahkan mereka untuk mengambil langkah kebaikan. Baik Anda menggunakan template dari Canva maupun menyewa desainer profesional, prinsip-prinsip yang dibahas dalam panduan ini akan tetap menjadi kompas Anda. Pada akhirnya, poster terbaik adalah poster yang berhasil mengubah seorang pengamat menjadi partisipan, mengubah simpati menjadi aksi nyata, dan membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan.

***

Ringkasan Artikel: Cara Membuat Poster Penggalangan Dana yang Efektif

Membuat poster penggalangan dana yang efektif memerlukan lebih dari sekadar desain yang bagus; ini adalah tentang komunikasi strategis yang mampu menggerakkan hati dan mendorong aksi. Kunci utamanya adalah perpaduan antara visual yang kuat, pesan yang persuasif, dan ajakan bertindak (call-to-action) yang jelas.

Artikel ini memandu langkah-langkah penting, dimulai dari pondasi strategis yaitu menetapkan tujuan yang spesifik, memahami audiens, dan merumuskan pesan inti yang kuat. Selanjutnya, dibahas elemen visual krusial yang mencakup pemilihan foto otentik yang menggugah emosi, penggunaan psikologi warna untuk mengatur nuansa, serta tipografi yang memastikan keterbacaan.

Pada aspek konten tekstual, ditekankan pentingnya judul yang memikat, narasi cerita (storytelling) yang membangun empati, dan pencantuman informasi penting secara transparan (penyelenggara, tujuan, cara donasi). Bagian terpenting adalah merancang call-to-action</strong> yang menonjol secara visual dan menggunakan bahasa persuasif, serta menempatkannya berdekatan dengan alat donasi seperti QR Code. Terakhir, artikel ini merekomendasikan penggunaan alat bantu desain seperti Canva atau Adobe Express yang memudahkan proses pembuatan poster bagi non-desainer. Dengan mengikuti panduan ini, poster Anda dapat menjadi jembatan efektif antara niat baik donatur dan kebutuhan kampanye Anda.

Gita

Writer & Blogger

Gita adalah seorang pecinta kebaikan yang memiliki semangat tinggi untuk membantu sesama. Dengan latar belakang pendidikan dalam bidang sosial dan kemanusiaan, dia telah terlibat dalam berbagai program mpenggalangan dana dan kegiatan amal untuk membantu mereka yang membutuhkan. Keberadaannya di mengggalangkebaikan.com adalah untuk menyebarkan inspirasi dan informasi tentang cara-cara kita dapat berkontribusi dalam mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Gita percaya bahwa setiap tindakan kecil dapat membuat perbedaan besar dalam kehidupan orang lain, dan melalui tulisannya, dia ingin mengajak orang lain untuk bergabung dalam upaya menggalang kebaikan.

Edit Template

Menggalangkebaikan.com adalah platform untuk berbagi, berdonasi, dan berkolaborasi dalam menciptakan dampak positif dan kebaikan.

Press ESC to close

Cottage out enabled was entered greatly prevent message.