KESDM: RI berpeluang besar jadi pusat produksi hidrogen di Asia

khrisna-edit-1784705762-b51ddf8eeb

Indonesia Berpotensi Menjadi Hub Hidrogen Terdepan di Asia

Menggalangkebaikan.com – KESDM – Jakarta — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) secara resmi menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk berkembang menjadi pusat produksi, perdagangan, serta pengembangan hidrogen di kawasan Asia. Pernyataan ini disampaikan oleh KESDM sebagai bagian dari strategi nasional untuk memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekonomi energi masa depan. Hal ini didorong oleh meningkatnya produksi hidrogen rendah karbon, pembangunan infrastruktur yang masif, dan pertumbuhan permintaan yang signifikan baik dari dalam negeri maupun pasar internasional.

“Dengan semakin berkembangnya produksi hidrogen rendah karbon, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya permintaan domestik maupun ekspor, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi, perdagangan dan pengembangan hidrogen di kawasan Asia,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM Prahoro Nurtjahyo di Jakarta, Rabu. Pernyataan ini mencerminkan visi KESDM dalam membangun ekosistem energi yang berkelanjutan dan kompetitif secara global.

Fase Baru Transisi Energi Global

Prahoro menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah memasuki fase baru dalam transisi energi. Perubahan tersebut tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan pembangkit energi terbarukan, tetapi juga demi menghadirkan energi bersih bagi sektor-sektor yang sulit melakukan dekarbonisasi, seperti industri berat, pelayaran, logistik, dan transportasi. KESDM menekankan bahwa hidrogen merupakan solusi strategis untuk mengatasi tantangan dekarbonisasi di berbagai sektor ekonomi.

Menurut Prahoro, hidrogen menjadi salah satu solusi penting karena mampu menghubungkan sektor energi, industri, dan transportasi dalam satu ekosistem rendah karbon. Bagi Indonesia, kata dia, pengembangan hidrogen tidak hanya menjadi bagian dari upaya mencapai target net zero emission, tetapi juga mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk kemandirian energi, penguatan hilirisasi industri, serta peningkatan daya saing ekonomi. KESDM telah merancang strategi komprehensif untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam revolusi energi global.

Kebijakan dan Roadmap Nasional

“Pengembangan hidrogen bukan hanya mendukung percepatan net zero emission 2060, tetapi juga sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi, memperkuat hilirisasi industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” jelasnya. KESDM telah menetapkan arah pengembangan hidrogen melalui Roadmap Hidrogen dan Ammonia Nasional (RHAN), serta Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Kebijakan tersebut menempatkan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari energi baru yang berperan dalam mendukung proses dekarbonisasi sektor industri, ketenagalistrikan, dan transportasi.

Pemerintah melalui KESDM juga telah menyusun kerangka regulasi yang mendukung investasi di sektor hidrogen. Dengan adanya kepastian hukum dan insentif yang jelas, KESDM berharap dapat menarik lebih banyak investor untuk mengembangkan proyek-proyek hidrogen di Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen KESDM untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi hidrogen di Asia.

Pendekatan Ekosistem Terintegrasi

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan industri hidrogen tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi hidrogen, melainkan juga pada pembangunan ekosistem yang terintegrasi.

“Keberhasilan industri hidrogen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi hidrogen, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem yang menghubungkan produksi, penyimpanan, distribusi, dan pemanfaatan hidrogen secara terintegrasi,” ujar Prahoro.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berfokus pada produksi hidrogen, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur pendukung seperti fasilitas penyimpanan, jaringan distribusi, dan terminal ekspor. Hal ini akan memastikan bahwa hidrogen yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal di berbagai sektor ekonomi. KESDM terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana.

Lebih lanjut, pengembangan hidrogen juga membuka peluang investasi asing dan kerja sama internasional dalam teknologi dan pembiayaan. Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah untuk mendukung produksi hidrogen hijau, terutama melalui energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin yang tersebar di berbagai wilayah kepulauan. KESDM menilai bahwa potensi ini dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kapasitas produksi hidrogen nasional.

Kesuksesan implementasi roadmap hidrogen akan bergantung pada koordinasi antar-kementerian, dukungan regulasi yang konsisten, serta partisipasi aktif dari sektor swasta. Dengan pendekatan holistik ini, Indonesia diharapkan dapat menjadi pemain utama dalam ekonomi hidrogen global di masa depan. KESDM berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan industri hidrogen sebagai tulang punggung ekonomi hijau Indonesia.