75 Stasiun KAI Catat 7,64 Juta Aktivitas Naik-Turun Pelanggan di Sumatra

khrisna-edit-1784461773-facae19769

75 Stasiun KAI Catat 7,64 Juta Aktivitas Naik-Turun Pelanggan di Sumatra

menggalangkebaikan.com – 75 Stasiun KAI Catat 7 64 Juta – Perjalanan kereta api di Sumatra membentuk jaringan mobilitas yang tersebar dari pusat provinsi hingga kota-kota di tingkat kabupaten. Sepanjang Semester I 2026, sebanyak 75 stasiun KAI di Sumatra mencatat 7.637.540 aktivitas naik dan turun pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 3.818.770 aktivitas pelanggan naik dan 3.818.770 aktivitas pelanggan turun. Secara rata-rata, stasiun-stasiun tersebut melayani sekitar 42.196 aktivitas naik-turun pelanggan setiap hari selama Januari hingga Juni 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan data tersebut menggambarkan kuatnya fungsi stasiun dalam mendukung perjalanan masyarakat dengan kebutuhan yang beragam. “Perjalanan pelanggan di Sumatra tersebar di banyak stasiun. Ada yang bepergian untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, berobat, mengunjungi keluarga, serta menikmati perjalanan wisata. Setiap stasiun melayani karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat yang berbeda,” ujar Anne.

Lima stasiun dengan aktivitas terbesar selama Semester I 2026 adalah Stasiun Medan sebanyak 997.723 aktivitas, Stasiun Padang 613.140 aktivitas, Stasiun Kertapati 587.556 aktivitas, Stasiun Pariaman 432.449 aktivitas, serta Stasiun Tanjungkarang 390.415 aktivitas. Kelima stasiun tersebut secara keseluruhan mencatat 3.021.283 aktivitas atau 39,56 persen dari total aktivitas pelanggan di Sumatra. Adapun 4.616.257 aktivitas lainnya atau 60,44 persen berlangsung di 70 stasiun lain. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan kereta api di Sumatra tersebar luas.

Aktivitas pelanggan hadir di stasiun pusat kota, kawasan perdagangan, kota kabupaten, wilayah industri, kawasan pendidikan, destinasi wisata, hingga titik yang terhubung dengan bandara. “Data ini menarik karena sebagian besar aktivitas justru tersebar di luar lima stasiun dengan volume tertinggi. Artinya, layanan kereta api memiliki peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat di banyak daerah,” kata Anne.

Divisi Regional I Sumatera Utara

Pada wilayah Divisi Regional I Sumatera Utara, sebanyak 28 stasiun mencatat 2.781.970 aktivitas naik-turun pelanggan, setara 36,42 persen dari keseluruhan aktivitas pelanggan KAI di Sumatra. Stasiun Medan menjadi stasiun dengan aktivitas terbesar sebanyak 997.723. Aktivitas pelanggan kemudian tersebar di Stasiun Kisaran sebanyak 289.385, Rantau Prapat 258.281, Tanjung Balai 252.216, Tebing Tinggi 205.035, dan Siantar 193.654. Aktivitas juga tercatat di Stasiun Bandar Kalipah sebanyak 95.715, Lubukpakam 76.736, Perlanaan 55.073, serta Mambang Muda 54.894. Data tersebut memperlihatkan hubungan perjalanan antara pusat Kota Medan, wilayah perkebunan, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, dan kota-kota di pantai timur Sumatra Utara.

Divisi Regional II Sumatera Barat

Pada wilayah Divisi Regional II Sumatera Barat, sebanyak 20 stasiun mencatat 2.284.932 aktivitas naik-turun pelanggan atau 29,92 persen dari total aktivitas di Sumatra. Stasiun Padang melayani 613.140 aktivitas, disusul Pariaman 432.449, Air Tawar 213.880, Naras 138.383, Lubuk Alung 131.044, serta Stasiun Bandara Internasional Minangkabau 110.093 aktivitas. Aktivitas pelanggan di Stasiun Kuraitaji mencapai 98.580, Alai 81.830, Pauh Kambar 72.766, dan Kayutanam 65.352. Sebaran ini menggambarkan peran kereta api dalam menghubungkan pusat Kota Padang, kawasan pendidikan, permukiman, destinasi pantai, bandara, serta daerah di sepanjang lintas Padang–Pariaman dan Padang–Kayutanam.

“Karakter perjalanan di Sumatra Barat memperlihatkan hubungan yang erat antara mobilitas harian, pendidikan, wisata, dan akses bandara. Stasiun dengan skala pelayanan yang berbeda tetap memiliki arti penting bagi pelanggan di wilayahnya,” ujar Anne.

Divisi Regional III Palembang dan IV Tanjungkarang

Pada wilayah Divisi Regional III Palembang, sembilan stasiun mencatat 1.209.971 aktivitas naik-turun pelanggan. Stasiun Kertapati menjadi yang terbesar dengan 587.556 aktivitas, kemudian Lubuklinggau 255.237, Lahat 111.345, Prabumulih 99.634, dan Muara Enim 93.325 aktivitas. Stasiun-stasiun tersebut menghubungkan pusat pemerintahan, kawasan perdagangan, pendidikan, industri, pertambangan, dan permukiman di Sumatra Selatan. Perjalanan pelanggan menunjukkan hubungan yang kuat antara Palembang dan kota-kota di bagian tengah hingga barat provinsi tersebut.

Sementara itu, sebanyak 18 stasiun di wilayah Divisi Regional IV Tanjungkarang mencatat 1.360.667 aktivitas naik-turun pelanggan.