TEP Unhas perkuat mitigasi abrasi dan tata kelola pesisir Lamundre
Lamundre Perkuat Perlindungan Pesisir melalui Pemecah Ombak dan Vegetasi Pantai
Menggalangkebaikan.com – Ancaman abrasi di kawasan pantai Desa Lamundre, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan Tim Ekspedisi Patriot 2026 Kawasan Transmigrasi Anawua. Bersama warga desa, program yang bermitra dengan Universitas Hasanuddin ini mengembangkan perlindungan pesisir melalui pembangunan pemecah ombak, pembibitan tanaman pantai, serta penguatan tata kelola berbasis masyarakat.
Langkah tersebut dirancang agar penanganan pesisir tidak berhenti pada pembangunan fisik. Perlindungan garis pantai juga dihubungkan dengan kesiapan warga untuk merawat vegetasi, terlibat dalam perencanaan, dan menjalankan forum pengelolaan di tingkat desa.
Pemecah Ombak dari Bambu Duri
Warga Lamundre secara gotong royong membangun dua bagian pemecah ombak. Segmen pertama memiliki panjang 26 meter, sedangkan segmen lainnya sepanjang 20 meter. Masing-masing bangunan dibuat dengan lebar 0,5 meter dan tinggi 1,2 meter.
Dr Chairul Pao'tonan selaku Ketua TEP 2026 Kawasan Transmigrasi Anawua menjelaskan bahwa pengerjaan perlindungan pesisir itu melibatkan langsung masyarakat Desa Lamundre. Bambu duri digunakan sebagai bahan utama karena tersedia di kawasan transmigrasi tersebut dan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pendekatan mitigasi yang memakai sumber daya setempat.
Pemanfaatan material lokal memberi arti penting bagi keberlanjutan program. Warga mengenal bahan yang digunakan, memiliki keterlibatan dalam proses pembangunan, dan dapat memahami fungsi struktur perlindungan yang berada di sekitar lingkungan mereka. Pemecah ombak diharapkan membantu mengurangi dampak gelombang pada area pantai yang rentan terkikis.
Abrasi merupakan persoalan yang perlu ditangani secara terpadu. Ketika garis pantai terus mengalami tekanan, dampaknya dapat dirasakan pada lingkungan pesisir dan kehidupan warga yang tinggal dekat pantai. Karena itu, pembangunan struktur penahan gelombang perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga tutupan vegetasi serta pengelolaan yang konsisten.
Pembibitan Pude dan Ketapang
Selain membangun pemecah ombak, TEP 2026 Kawasan Transmigrasi Anawua memfasilitasi persemaian tanaman pelindung pantai. Jenis yang dikembangkan adalah pude atau nyamplung, yang juga dikenal sebagai bintangur laut dengan nama ilmiah Calophyllum inophyllum, serta ketapang atau Terminalia catappa.
Pemilihan kedua tanaman itu merupakan aspirasi masyarakat Lamundre. Vegetasi tersebut disiapkan untuk mendukung rehabilitasi pantai berpasir dan memperkuat perlindungan alami di kawasan pesisir. Pembibitan menjadi tahapan penting karena menyediakan bahan tanam yang dapat digunakan dalam upaya penghijauan pantai secara bertahap.
Keberadaan tanaman pelindung tidak hanya dipandang sebagai pelengkap pembangunan fisik. Vegetasi pantai dapat membantu membentuk kawasan pesisir yang lebih terlindungi sekaligus memperkuat upaya rehabilitasi lingkungan. Perawatan bibit, penanaman, dan pemantauan pertumbuhannya menjadi bagian yang menentukan keberlanjutan manfaat kegiatan tersebut.
Melalui kombinasi struktur pemecah ombak dan penguatan vegetasi, warga memiliki dua jalur perlindungan yang saling mendukung: pengurangan tekanan gelombang di lokasi tertentu serta pemulihan penutup alami di pantai. Pendekatan ini juga menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan hanya penerima hasil program.
Penguatan Kelembagaan Desa
Aspek tata kelola turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, Rizal Pauzi, menyampaikan dalam Focus Group Discussion bahwa penguatan kelembagaan diperlukan agar rehabilitasi lingkungan tidak semata bergantung pada program yang bersifat sementara.
Pelibatan warga dalam perencanaan dan pengelolaan desa dinilai penting untuk menjaga kesinambungan kegiatan. Pengelolaan pesisir membutuhkan ruang koordinasi agar pembangunan perlindungan pantai, persemaian tanaman, dan langkah pemeliharaan dapat dijalankan dengan arah yang sama.
Salah satu langkah yang diharapkan terbentuk adalah Forum Pengelola Pesisir Desa atau FPPD. Forum ini diproyeksikan menjadi wadah desa dalam memperkuat perhatian terhadap lingkungan pantai Lamundre. Dengan adanya pengorganisasian di tingkat lokal, kegiatan perlindungan pesisir dapat memiliki landasan yang lebih jelas untuk diteruskan oleh masyarakat.
Kepala Desa Lamundre, Agustian, menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan warga menghadapi abrasi. Ia menekankan bahwa perlindungan pesisir merupakan kepentingan bersama, mengingat ancaman pengikisan pantai dapat memengaruhi lingkungan serta permukiman masyarakat sekitar.
“Kami mendorong agar program ini dapat berjalan dengan baik. Wilayah pesisir memang perlu mendapat perhatian serius karena ancaman abrasi yang terus terjadi,” ujarnya.
Agustian berharap pembibitan tanaman pantai, pembangunan pemecah ombak, dan pembentukan FPPD dapat berkembang menjadi langkah yang berkelanjutan. Harapan itu menegaskan bahwa penanganan abrasi tidak cukup dilakukan sekali, melainkan memerlukan pemeliharaan, keterlibatan warga, dan pengelolaan yang terus dijaga.
Program di Lamundre memperlihatkan pentingnya menggabungkan kerja fisik, pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar masyarakat, rehabilitasi vegetasi, dan penguatan organisasi desa. Dengan gotong royong sebagai dasar pelaksanaan, perlindungan pesisir diharapkan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan pantai dan warga yang menggantungkan kehidupan di sekitarnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is TEP Unhas perkuat mitigasi abrasi dan tata?TEP Unhas perkuat mitigasi abrasi dan tata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does TEP Unhas perkuat mitigasi abrasi dan tata matter?TEP Unhas perkuat mitigasi abrasi dan tata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.