PBB: 700.000 anak di Jalur Gaza tak dapat pendidikan layak
PBB: 700.000 Anak di Jalur Gaza Kehilangan Akses Pendidikan Layak
Menggalangkebaikan.com – PBB menyatakan sekitar 700.000 anak usia sekolah di Jalur Gaza tidak dapat memperoleh pendidikan yang layak akibat rusak dan hancurnya berbagai fasilitas pendidikan. Kondisi tersebut memperlihatkan dampak serius konflik terhadap masa depan anak-anak Palestina, yang bukan hanya kehilangan ruang belajar, tetapi juga lingkungan yang aman untuk melanjutkan pendidikan mereka.
Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyampaikan persoalan itu dalam rapat Dewan Keamanan PBB pada Senin (26/10). Ia mengatakan sistem pendidikan di Gaza telah mengalami kehancuran sejak 2023. Akibatnya, ratusan ribu anak kehilangan kesempatan belajar karena sekolah mereka rusak atau tidak lagi dapat digunakan.
"Sejak 2023, sistem pendidikan di Gaza hancur, sehingga menyebabkan sekitar 700.000 anak usia sekolah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan layak, karena sekolah-sekolah di sana rusak atau hancur," kata Nebenzia.
Kerusakan Sekolah Memperparah Krisis Anak Gaza
Kehancuran sarana pendidikan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi semakin sulit dilakukan. Sekolah memiliki peran penting bagi anak-anak, bukan hanya sebagai tempat memperoleh pelajaran, tetapi juga sebagai ruang sosial dan perlindungan dalam situasi krisis. Ketika bangunan sekolah rusak atau hancur, anak-anak menghadapi hambatan besar untuk mempertahankan proses belajar secara berkelanjutan.
Menurut Nebenzia, akses pendidikan di wilayah yang dilanda krisis merupakan persoalan yang sangat mengkhawatirkan. Situasi di Gaza menunjukkan bahwa dampak konflik dapat menjangkau banyak aspek kehidupan anak, termasuk kesempatan mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak. PBB menyoroti kondisi tersebut sebagai bagian dari masalah kemanusiaan yang lebih luas di wilayah tersebut.
Terhentinya pendidikan dalam waktu lama dapat membuat anak-anak semakin tertinggal dalam pembelajaran. Selain keterbatasan bangunan sekolah, proses pendidikan juga dipengaruhi oleh kondisi kehidupan keluarga, ketersediaan kebutuhan dasar, serta keamanan di lingkungan sekitar. Karena itu, pemulihan pendidikan membutuhkan perhatian seiring dengan upaya memenuhi kebutuhan kemanusiaan penduduk Gaza.
Situasi Kemanusiaan Masih Memburuk
Meskipun gencatan senjata telah berlaku di Jalur Gaza sejak Oktober 2025, militer Israel terus melancarkan serangan ke wilayah Palestina. Israel menyatakan serangan tersebut menyasar fasilitas milik Hamas dan anggota gerakan kelompok perjuangan Palestina itu. Namun, kondisi di lapangan tetap menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan warga sipil, termasuk anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.
Penilaian PBB menyebut situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat buruk. Kehancuran terjadi secara meluas, sementara fasilitas medis mengalami gangguan. Di saat yang sama, penyediaan makanan dan kebutuhan pokok bagi penduduk setempat masih menghadapi tantangan berkelanjutan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan dasar lain. Anak-anak akan sulit belajar secara optimal apabila keluarga mereka masih menghadapi keterbatasan pangan, layanan kesehatan, tempat tinggal, dan rasa aman. Pemulihan sistem pendidikan di Gaza karena itu berkaitan erat dengan perbaikan kondisi kemanusiaan secara menyeluruh.
FAQ: Pendidikan Anak di Jalur Gaza
Berapa jumlah anak Gaza yang disebut tidak memperoleh pendidikan layak?
PBB menyebut sekitar 700.000 anak usia sekolah di Jalur Gaza kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak akibat kerusakan dan kehancuran sekolah-sekolah.
Mengapa pendidikan anak-anak di Gaza terganggu?
Gangguan pendidikan terjadi karena sistem pendidikan di Gaza telah hancur sejak 2023. Banyak sekolah mengalami kerusakan atau tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar.
Apa masalah kemanusiaan lain yang dihadapi warga Gaza?
Selain pendidikan, PBB menilai Gaza masih menghadapi kehancuran meluas, gangguan fasilitas medis, serta kesulitan berkelanjutan dalam penyediaan makanan dan kebutuhan pokok bagi penduduk.
Mengapa akses pendidikan penting dalam situasi krisis?
Pendidikan membantu anak-anak mempertahankan proses belajar dan memberi mereka ruang yang penting bagi perkembangan masa depan. Dalam situasi krisis, pemulihan sekolah juga perlu berjalan bersama pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi warga sipil.