Menggalangkebaikan.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan yang terjerat di Kotim

Published · Updated · By Maya Wijaya - menggalangkebaikan.com

Foto : Maya Wijaya - menggalangkebaikan.com

Induk Orangutan dan Anaknya Diselamatkan dari Jerat di Kotawaringin Timur

Menggalangkebaikan.com – Upaya penyelamatan satwa liar berlangsung pada Jumat dini hari di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Petugas berhasil mengevakuasi seekor induk orangutan bersama anak jantannya yang masih berumur sekitar 10 bulan setelah induknya ditemukan mengalami jeratan tali pada kedua pergelangan tangan.

Induk tersebut diperkirakan berusia 25 tahun dan diberi nama Gadis. Anak jantannya diberi nama Garis. Keduanya diamankan oleh tim yang melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Wildlife Rescue Unit Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II, Yayasan Orangutan Foundation International, aktivis lingkungan di Sampit, serta aparat kepolisian.

“Induk orangutan yang diperkirakan berusia 25 tahun kami beri nama Gadis, sedangkan anaknya yang berjenis kelamin jantan dan berusia sekitar 10 bulan diberi nama Garis,” kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah di Sampit, Sabtu.

Informasi Warga Mengawali Operasi Penyelamatan

Keberadaan pasangan orangutan itu kembali diketahui pada Kamis (22/10) sore. Awil, aktivis lingkungan dari Sampit, menyampaikan informasi awal sekitar pukul 16.49 WIB. Petugas BKSDA Pos Sampit kemudian menghubungi Karyadi, warga setempat, untuk memastikan lokasi kedua satwa dilindungi tersebut sekaligus memantau arah pergerakannya.

Gadis dan Garis ternyata bukan orangutan yang baru pertama kali dicari di wilayah itu. Petugas sebelumnya telah mendatangi area Desa Kandan pada Senin (12/10) untuk melakukan pengamatan, tetapi saat itu keduanya belum berhasil ditemukan. Setelah informasi terbaru diterima, warga serta pegiat lingkungan diminta tetap mengawasi pergerakan orangutan hingga tim penyelamat tiba.

Koordinasi kemudian dilakukan dengan Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun BKSDA Kalimantan Tengah. Langkah cepat diperlukan karena keberadaan jerat pada tubuh induk berpotensi memperburuk kondisinya, sementara ia juga harus tetap menjaga anaknya yang masih sangat muda.

“Kami segera melapor ke pimpinan di Pangkalan Bun untuk menindaklanjuti upaya penyelamatan,” ujarnya.

Tim Tiba Tengah Malam dan Langsung Bertindak

Sekitar pukul 19.00 WIB, tim Wildlife Rescue Unit Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II bersama Yayasan Orangutan Foundation International berangkat menuju Kota Sampit. Perjalanan berlanjut hingga tim mencapai Desa Kandan sekitar pukul 01.00 WIB pada Jumat (23/10).

Setibanya di lokasi, operasi evakuasi segera dilakukan. Induk dan anak orangutan dapat diamankan, lalu menjalani pemeriksaan awal untuk menilai kondisi fisik keduanya. Pemeriksaan difokuskan pada kemungkinan luka, dampak jerat, serta gangguan lain yang mungkin dialami selama berada di sekitar lokasi.

Petugas menemukan tali yang melingkari pergelangan tangan kiri dan kanan Gadis. Tali tersebut dipotong agar jeratan dapat dilepaskan. Pada bagian bekas lilitan, ditemukan luka yang cukup serius. Jerat itu diduga merupakan tali yang lazim dipakai untuk menangkap babi.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tali yang melilit pergelangan tangan kiri dan kanan induk orangutan. Tali tersebut kemudian diputus untuk melepaskan jeratan yang menempel pada tubuh orangutan tersebut,” ungkapnya.

Setelah dilepaskan, Gadis memperoleh penanganan dokter. Perawatan ini menjadi tahap penting untuk memastikan cedera pada kedua pergelangan tangannya dapat ditangani dengan tepat. Kondisi Garis juga diperiksa sebagai bagian dari proses penyelamatan, mengingat anak orangutan pada usia sekitar 10 bulan masih bergantung pada induknya.

Kolaborasi untuk Perlindungan Satwa Liar

Operasi di Desa Kandan mendapat dukungan anggota Polda Kalimantan Tengah dan Polres Kotawaringin Timur. Brigjen Pol Tory Kristianto dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri turut menyaksikan langsung proses penyelamatan tersebut.

Setelah evakuasi dan pemeriksaan awal selesai, tim meninggalkan lokasi menuju Pangkalan Bun sekitar pukul 03.00 WIB. Penanganan Gadis dan Garis memperlihatkan pentingnya koordinasi antara petugas konservasi, organisasi penyelamat satwa, aparat keamanan, aktivis lingkungan, dan masyarakat yang tinggal dekat dengan habitat satwa liar.

Jerat yang dipasang untuk hewan lain dapat membahayakan satwa dilindungi apabila terpasang di jalur pergerakan mereka. Dalam kasus ini, respons warga membantu petugas memperoleh informasi lokasi dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan penyelamatan. Pelaporan dini juga membantu mengurangi risiko interaksi yang membahayakan, baik bagi manusia maupun satwa.

Muriansyah menyampaikan apresiasi kepada warga yang cepat memberi informasi saat melihat keberadaan orangutan. Kepedulian seperti itu memungkinkan satwa liar dilindungi ditangani oleh pihak yang memiliki kemampuan dan peralatan sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan?

BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan matter?

BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.