Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi kewirausahaan sosial dunia
Wirausaha Indonesia Raih Penghargaan Global untuk Inovasi Pertanian dan Kesehatan Perempuan
Menggalangkebaikan.com – Dua pendiri usaha sosial dari Indonesia, Azalea Ayuningtyas dan Jihan Alfiyyah Munajat, terpilih sebagai pemenang kompetisi kewirausahaan sosial internasional Unlock Her Future 2026 di Shanghai, China. Keduanya berpeluang memperoleh akses pendanaan hingga 100.000 dolar AS, atau sekitar Rp1,8 miliar, untuk memperluas dampak usaha yang mereka bangun.
Azalea memimpin Birufinery, perusahaan rintisan berbasis di Flores dan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, Jihan Alfiyyah Munajat—yang juga dikenal sebagai Alfi—adalah CEO HerLens, platform berbasis kecerdasan buatan yang membantu bidan melakukan pemeriksaan awal kanker serviks, terutama bagi perempuan di wilayah pedesaan.
Inovasi dari NTT untuk Pertanian dan Laut yang Lebih Sehat
Birufinery didirikan pada 2024 dengan fokus mengolah rumput laut menjadi biostimulan pertanian. Produk tersebut berfungsi sebagai vitamin tanaman yang ditujukan untuk mendukung kesuburan tanah. Pemanfaatan rumput laut juga memiliki kaitan dengan upaya mengurangi kelebihan nitrogen di laut, yang dapat memicu eutrofikasi.
Bagi Azalea, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas gagasan usahanya, tetapi juga membuka peluang untuk memperkuat edukasi kepada petani kecil. Ia ingin dukungan yang tersedia dapat membantu Birufinery menjangkau lebih banyak pelaku pertanian serta memperluas rantai pasok rumput laut di NTT.
“Saya sangat bersyukur bisa berada di sini. Saya berkesempatan bertemu dengan para wirausaha perempuan yang luar biasa, baik para finalis maupun para alumni. Merupakan suatu kehormatan bagi saya bisa menjadi salah satu pemenang tahun ini, karena saya tahu setiap orang di sini berjuang dengan sepenuh hati,” kata Azalea saat menerima penghargaan di Shanghai, Jumat (23/10).
Azalea menyampaikan bahwa tambahan modal akan sangat berarti untuk mendampingi petani kecil memahami penggunaan biostimulan. Birufinery juga menyiapkan rencana pengembangan budidaya rumput laut yang lebih ramah terhadap ekosistem laut, termasuk penyediaan bibit unggul bagi pembudidaya.
“Kemenangan ini benar-benar kesempatan untuk merefleksikan segala kegiatan yang dilakukan teman-teman di Birufinery dan berharap dukungan dana dari ‘Bicester’ dapat digunakan untuk mengedukasi lebih banyak petani-petani kecil mengenai biostimulan dari kami,” ujar Azalea.
HerLens Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks
HerLens dikembangkan pada 2024 untuk mendukung pemeriksaan awal kanker serviks dengan bantuan AI. Teknologi ini dirancang agar bidan dapat memperoleh dukungan dalam proses skrining awal, khususnya di daerah yang akses terhadap layanan kesehatan spesialis masih terbatas.
Isu kanker serviks menjadi perhatian penting bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mencatat Indonesia berada pada posisi ketiga tertinggi di dunia untuk kasus kanker serviks. Sekitar 36.000 perempuan di Indonesia didiagnosis setiap tahun, sementara kurang lebih 21.000 perempuan meninggal akibat penyakit tersebut.
Melalui HerLens, Alfi ingin memperluas pemahaman perempuan mengenai pentingnya mengenali risiko dan melakukan deteksi sedini mungkin. Penguatan peran bidan menjadi relevan karena mereka kerap menjadi salah satu pintu pertama layanan kesehatan bagi perempuan, terutama di berbagai wilayah di luar kota besar.
“Saya merasa sangat gugup. Terima kasih telah memercayai saya dan memercayai misi kami. Saya sadar masih banyak yang harus saya lakukan agar misi ini terus berkembang dan dapat bermanfaat bagi dunia, khususnya bagi Indonesia,” kata Alfi dengan mata berkaca-kaca.
Persaingan Ketat dari Ribuan Pendaftar
Azalea dan Alfi termasuk dalam 12 finalis dari Asia Timur dan Asia Tenggara yang lolos dari sekitar 1.500 pendaftar. Kompetisi tahunan ini telah berlangsung sejak 2022 dan diselenggarakan oleh The Bicester Collection, perusahaan asal Inggris yang bergerak dalam ritel mewah serta pariwisata belanja.
Dua pemenang lain berasal dari China dan Vietnam. Kyle Li dari China memenangkan penghargaan melalui 38 Fixers, inisiatif yang membekali perempuan dengan keterampilan menjadi teknisi perbaikan rumah. Dari Vietnam, Nhung Tran Huyen terpilih berkat Tham Nhung Social Enterprise, yang menyediakan dukungan kesehatan mental dan bantuan hukum bagi pekerja migran perempuan di lingkungan pabrik.
Dewan juri juga memberikan honorable mention kepada Jieun Lee dari Korea Selatan melalui Giboo, platform AI yang mempertemukan pendana filantropi dengan program sosial yang memerlukan dukungan. Penghargaan serupa diberikan kepada Prangthong Tiengkate dari Thailand, pengembang Bamboo Family Market yang telah memberdayakan lebih dari 60 perempuan perajin.
“Ini merupakan keputusan yang sangat sulit. Kami membutuhkan waktu empat jam untuk mengambil keputusan, tetapi sebenarnya proses pertimbangan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari,” kata supermodel Thailand Cindy Bishop yang mewakili dewan juri.
Penilaian mencakup kualitas gagasan, kemampuan usaha untuk diperluas, serta cara para peserta menjalankan solusi yang ditawarkan. Keberhasilan dua wakil Indonesia menunjukkan bahwa persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat—mulai dari pertanian pesisir hingga kesehatan reproduksi perempuan—dapat melahirkan inovasi dengan relevansi global.
Pendanaan dan jejaring yang terbuka melalui kompetisi ini dapat menjadi ruang penting bagi Birufinery dan HerLens untuk mengembangkan dampak sosialnya. Di satu sisi, Birufinery membawa perhatian pada kesejahteraan petani serta keberlanjutan laut. Di sisi lain, HerLens mengangkat kebutuhan mendesak akan pemeriksaan kanker serviks yang lebih mudah dijangkau perempuan Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi?Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi matter?Dua wirausaha perempuan RI juarai kompetisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.