Menggalangkebaikan.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program EA PLN

Published · Updated · By Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Foto : Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Listrik irigasi bantu produktivitas sawah Sidrap menanjak

Menggalangkebaikan.com – Pemanfaatan listrik untuk kebutuhan irigasi memberi dorongan baru bagi produksi pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap, Sulawesi Selatan. Melalui program electrifying agriculture (EA) PT PLN, petani memiliki pilihan pasokan energi untuk mengoperasikan pompa air, terutama ketika lahan sawah menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau.

Penerapan program ini terlihat di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae. Di wilayah tersebut, pengairan yang sebelumnya sangat bergantung pada Bendung Takkalasi kini diperkuat dengan sumber air alternatif berupa sumur bor dan dukungan listrik masuk sawah.

“Panen Agustus 2026, produktivitas tercatat sekitar 10,4 ton per hektare, ini meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran tujuh ton per hektare,”

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Sidrap Ibrahim menyampaikan capaian tersebut dalam keterangannya di Makassar, Senin. Kenaikan hasil panen itu menjadi gambaran pentingnya ketersediaan air yang lebih terjaga bagi kegiatan budidaya padi.

395 hektare sawah dikelola 13 kelompok tani

Desa Takkalasi memiliki sekitar 395 hektare lahan pertanian yang dikelola oleh 13 kelompok tani. Sebelum adanya penguatan sistem pengairan, petani di kawasan ini mengandalkan aliran dari Bendung Takkalasi. Ketika musim kering berlangsung panjang, sumber tersebut berisiko menyusut sehingga kebutuhan air sawah tidak selalu dapat dipenuhi secara optimal.

Untuk menjawab persoalan itu, sebanyak 39 titik sumur bor telah tersedia sejak 2025. Air dari sumur tersebut digunakan bersama-sama dengan fasilitas listrik bagi area persawahan. Kombinasi antara sumber air baru dan pompa bertenaga listrik membuat petani memiliki sarana tambahan untuk menjaga pengairan lahan.

“Upaya ini malah berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah itu,”

Produktivitas pertanian tidak hanya ditentukan oleh satu unsur. Di Sidrap, peningkatan hasil didukung oleh optimalisasi lahan, bantuan benih, penyediaan sumber air, serta penggunaan listrik dalam kegiatan irigasi. Rangkaian dukungan tersebut membantu petani menjalankan tahapan budidaya dengan kondisi pengairan yang lebih terencana.

Alternatif energi bagi pompa air

Ketersediaan listrik memberikan alternatif bagi petani untuk menyalakan pompa air tanpa sepenuhnya bergantung pada bahan bakar minyak. Hal ini relevan bagi kawasan pertanian yang memerlukan pengangkatan atau penyaluran air dari sumber tertentu menuju petak-petak sawah.

Dalam praktiknya, pompa air merupakan bagian penting dari sistem pengairan saat pasokan air permukaan tidak mencukupi. Ketika energi untuk menjalankan pompa tersedia, petani dapat memanfaatkan air dari sumur bor guna mendukung kebutuhan tanaman. Namun, penggunaan teknologi ini tetap membutuhkan perencanaan sesuai kondisi lahan, sumber air, dan kebutuhan kelompok tani di setiap lokasi.

Pengembangan electrifying agriculture juga tidak hanya berkaitan dengan sambungan listrik. Infrastruktur ketenagalistrikan yang memadai perlu berjalan seiring dengan kesiapan sumber air, peralatan pompa, serta tata kelola penggunaan bersama di tingkat petani. Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain menjadi bagian penting agar fasilitas yang tersedia benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.

Efisiensi dan modernisasi usaha agrikultur

General Manager PLN UID Sulselrabar Didik Wicaksono menekankan bahwa pemanfaatan listrik di bidang pertanian tidak semata-mata ditujukan untuk menambah pelanggan atau kapasitas daya tersambung. Sasaran yang lebih besar adalah menciptakan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha melalui proses produksi yang lebih efisien.

“PLN juga mendorong pemanfaatan listrik untuk berbagai kebutuhan usaha agrikultur, mulai dari pompa irigasi dan sistem pengairan hingga pencahayaan, ventilasi, serta peralatan pendukung peternakan,”

Ruang pemanfaatan listrik di sektor agrikultur memang dapat mencakup berbagai kegiatan. Selain pompa irigasi dan jaringan pengairan, listrik dapat digunakan untuk pencahayaan, ventilasi, serta perangkat penunjang usaha peternakan. Setiap kebutuhan tersebut memiliki fungsi berbeda, tetapi kesamaannya terletak pada upaya membuat kegiatan produksi lebih praktis dan modern.

Bagi petani di Desa Takkalasi, pengalaman panen Agustus 2026 menunjukkan hubungan antara penguatan akses air dan peningkatan produktivitas. Hasil sekitar 10,4 ton per hektare tercatat lebih tinggi daripada kisaran tujuh ton per hektare pada musim tanam sebelumnya. Angka itu juga menegaskan bahwa ketahanan pengairan menjadi faktor yang perlu diperhatikan, khususnya saat kemarau membatasi pasokan dari bendung.

Ke depan, keberlanjutan manfaat program akan bergantung pada pemeliharaan sumur bor, kesiapan pompa, kecukupan jaringan listrik, serta kerja sama di antara pihak-pihak yang terlibat. Dengan pengelolaan yang sesuai kebutuhan petani, pemanfaatan listrik dapat terus mendukung kegiatan pertanian dan usaha agrikultur lain di Sidrap.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program?

Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program matter?

Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.