Pertamina buka SPBU 24 jam di empat kabupaten Bali demi urai antrean
Pertamina Perpanjang Layanan SPBU 24 Jam di Sejumlah Wilayah Bali
Menggalangkebaikan.com – Upaya mengurangi antrean kendaraan di sejumlah SPBU Bali diperkuat melalui pengoperasian layanan selama 24 jam. PT Pertamina (Persero) menyiapkan kebijakan tersebut untuk SPBU di Kota Denpasar serta Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan, sambil mempercepat pengiriman bahan bakar dari depo ke titik penjualan.
Denpasar dan Badung menjadi wilayah yang lebih dahulu menjalankan pola layanan penuh sepanjang hari. Sementara itu, pengoperasian 24 jam di Tabanan dan Gianyar ditargetkan menyusul dalam rentang satu hingga dua hari. Langkah ini diharapkan membuat pengisian BBM tersebar dalam waktu yang lebih panjang sehingga kepadatan tidak terkonsentrasi pada jam tertentu.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan pengaturan tersebut merupakan respons atas perubahan situasi distribusi BBM yang terjadi di beberapa wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir. Perusahaan tidak hanya menambah jam pelayanan SPBU, tetapi juga meningkatkan kecepatan suplai ke lokasi-lokasi yang membutuhkan pasokan.
"Selain percepatan distribusi ke SPBU, tentunya peningkatan pelayanan di SPBU menjadi 24 jam, tadi sudah disampaikan untuk Denpasar dan Badung (mulai hari ini) dan tentunya dalam satu hingga dua hari ke depan juga untuk Tabanan dan Gianyar," kata Simon Aloysius Mantiri.
Armada Tangki Ditambah, Depo Beroperasi Penuh
Kelancaran rantai distribusi menjadi fokus utama dalam penanganan antrean. Pertamina mengoperasikan Depo Manggis dan Sanggaran selama 24 jam agar pengiriman dari fasilitas penyimpanan menuju SPBU dapat terus berjalan dari hulu hingga hilir. Pola kerja ini dirancang untuk menjaga pasokan tetap bergerak, termasuk pada malam hari ketika sebagian besar aktivitas jalan raya cenderung lebih longgar.
Jumlah mobil tangki juga diperbesar. Armada yang sebelumnya berjumlah 90 unit kini ditambah 15 kendaraan, sehingga total kendaraan pengangkut BBM mencapai 105 unit. Tambahan armada tersebut digunakan untuk mendukung distribusi yang lebih cepat ke berbagai SPBU di Bali.
Polda Bali ikut membantu kelancaran perjalanan mobil tangki dengan pengawalan kendaraan patroli. Dukungan ini penting untuk mengurangi hambatan di jalan dan memastikan kendaraan pengangkut dapat tiba di SPBU sesuai kebutuhan operasional. Dengan jadwal pengiriman yang dipercepat, setiap keterlambatan perjalanan dapat memengaruhi ketersediaan stok di titik penjualan.
"Kami akan terus memonitor sampai situasi ini berjalan normal, dan kami tentunya berharap bisa secepatnya ketika mulai malam ini 24 jam, distribusi kita percepat," ujar Simon.
Pengoperasian layanan sepanjang hari juga membutuhkan kesiapan tenaga kerja. Untuk itu, Pertamina memperkuat koordinasi dengan Hiswana Migas guna menambah operator di lapangan. Penempatan personel dilakukan secara terukur agar petugas tetap dapat bekerja dengan aman dan tidak mengalami kelelahan akibat peningkatan jam layanan.
Pertamina turut menyiapkan langkah kontinjensi apabila kebutuhan tenaga operator bertambah pada situasi tertentu. Bantuan dari TNI dan Polri telah disiapkan untuk digunakan apabila diperlukan. Langkah cadangan tersebut dimaksudkan agar pelayanan di SPBU tetap berlangsung ketika kondisi memerlukan dukungan tambahan.
Pasokan Pertalite dan Pertamax Disebut Aman Dua Pekan
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa persediaan Pertalite dan Pertamax di Bali dipastikan mencukupi hingga dua minggu ke depan melalui skema pengiriman yang telah disiapkan Pertamina. Kepastian stok ini menjadi bagian penting dalam upaya menenangkan masyarakat di tengah meningkatnya antrean di sejumlah lokasi.
"Jadi dengan demikian maka yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan," ucap Koster.
Denpasar dan Badung menjadi perhatian awal karena kebutuhan BBM di dua wilayah tersebut paling tinggi. Denpasar memiliki 54 SPBU, sedangkan Badung memiliki 38 SPBU. Penanganan distribusi di kedua daerah itu diprioritaskan untuk membantu mengurai antrean dan menjaga akses masyarakat terhadap bahan bakar.
Pemerintah Provinsi Bali dan Pertamina menyatakan komitmen untuk menangani persoalan distribusi secara terpadu. Koordinasi antarpihak diperlukan karena penanganan tidak hanya menyangkut ketersediaan produk, tetapi juga jadwal pengiriman, kesiapan operator, kapasitas armada, serta kelancaran mobil tangki di jalan raya.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara serentak atau mendatangi SPBU hanya karena kekhawatiran terhadap pasokan. Kehadiran kendaraan dalam jumlah besar pada waktu bersamaan dapat memperpanjang antrean, mengganggu arus lalu lintas, dan menyulitkan kendaraan distribusi mencapai tujuan. Warga yang masih memiliki BBM cukup dianjurkan menunda pengisian hingga malam hari atau keesokan pagi.
"Sehingga dengan demikian masyarakat Denpasar dan Badung ini diimbau tidak perlu ramai-ramai sekarang datang ke SPBU, kalau masih ada minyaknya ya tunda dulu, mungkin nanti malam atau besok pagi," kata Koster.
Dengan tambahan jam buka SPBU, penguatan depo, serta peningkatan jumlah mobil tangki, distribusi BBM diharapkan kembali stabil secara bertahap. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan 24 jam secara lebih terencana, sementara petugas dan armada memiliki ruang waktu lebih luas untuk menyalurkan pasokan ke titik-titik dengan kebutuhan tinggi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pertamina buka SPBU 24 jam di empat?Pertamina buka SPBU 24 jam di empat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pertamina buka SPBU 24 jam di empat matter?Pertamina buka SPBU 24 jam di empat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.