Menggalangkebaikan.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemenpar promosikan 6 desa wisata “edutrip” kepada sekolah

Published · Updated · By Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Foto : Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Kemenpar promosikan 6 desa wisata untuk edutrip sekolah

Menggalangkebaikan.com – Kemenpar promosikan 6 desa wisata sebagai pilihan perjalanan edukasi atau edutrip bagi sekolah. Inisiatif ini diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan pembelajaran di sekolah dengan pengalaman langsung yang dapat diperoleh siswa di desa wisata, mulai dari budaya, alam, lingkungan, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan promosi kepada pengambil keputusan di sekolah diharapkan dapat membangun keterhubungan yang lebih kuat antara kurikulum dan produk wisata edukasi. Desa wisata diposisikan bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang belajar terbuka bagi pelajar.

“Melalui promosi dan pemasaran langsung kepada para pengambil keputusan di sekolah, kami berharap tercipta keterhubungan antara kebutuhan kurikulum sekolah dan produk wisata edukasi yang ditawarkan desa wisata,” kata Ni Made Ayu Marthini.

Enam desa wisata yang diperkenalkan

Dalam kegiatan tersebut, Kemenpar memperkenalkan enam destinasi yang memiliki potensi untuk mendukung kegiatan belajar berbasis pengalaman. Keenamnya ialah Desa Wisata Kreatif Terong di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung; Desa Wisata Krebet di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta; Desa Wisata Les dan Desa Wisata Sudaji di Buleleng, Bali; Desa Wisata Bugisan di Klaten, Jawa Tengah; serta Desa Wisata Selamanik di Ciamis, Jawa Barat.

Kemenpar promosikan 6 desa wisata ini dengan menekankan keberagaman pengalaman yang dapat diperoleh peserta didik. Siswa dapat mengenal kondisi alam dan lingkungan, menyaksikan praktik kebudayaan, memahami aktivitas ekonomi warga, serta belajar berinteraksi secara langsung dengan masyarakat setempat.

Menurut Made, penyelarasan antara potensi yang dimiliki desa wisata dan kebutuhan kurikulum menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing wisata edukasi. Karena itu, pengembangan destinasi tidak hanya berfokus pada daya tarik kunjungan, tetapi juga pada kesiapan desa dalam menyediakan pengalaman belajar yang relevan.

Penguatan kualitas paket wisata edukasi

Kementerian Pariwisata telah menjalankan program pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas serta kesiapan desa wisata menerima rombongan pelajar. Salah satu perhatian utama adalah penguatan kurikulum dan pengembangan wisata berbasis pengalaman.

Pengelola desa wisata didorong menyiapkan paket pembelajaran aktif yang dapat dikaitkan dengan mata pelajaran di sekolah. Materi pembelajaran tersebut dapat mencakup sains, kebudayaan, ilmu sosial, ekologi, dan kewirausahaan, sehingga kegiatan perjalanan memiliki nilai edukatif yang jelas bagi peserta.

Selain pengalaman belajar, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Destinasi perlu memiliki prosedur keselamatan, manajemen risiko, dan kesiapsiagaan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok wisata edukasi. Kemenpar juga mendorong transaksi yang transparan, termasuk penawaran harga khusus untuk rombongan sekolah serta pilihan pembayaran non-tunai guna memudahkan institusi pendidikan merencanakan kegiatan.

“Promosi wisata edukasi dan pemenuhan kualifikasi destinasi merupakan dua pilar utama dalam pengembangan wisata edukasi di desa wisata. Dengan demikian, desa wisata dapat menjadi mitra pembelajaran yang terpercaya bagi institusi pendidikan,” ujar Made.

Manfaat bagi sekolah dan masyarakat lokal

Kemenpar promosikan 6 desa wisata sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan desa wisata untuk kegiatan pendidikan yang berkelanjutan. Bagi sekolah, kegiatan ini dapat menjadi pilihan pembelajaran di luar kelas yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengamati, bertanya, dan memahami materi melalui pengalaman nyata.

Bagi masyarakat lokal, kunjungan dari segmen pelajar diharapkan menciptakan perputaran ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga. Langkah tersebut juga mendukung kampanye Bangga Berwisata di Indonesia atau BBWI serta mendorong pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara dari kalangan pelajar.

Promosi tersebut dilakukan dalam ajang “9th Annual Convention SPK Indonesia 2026” yang berlangsung pada 30 September hingga 2 Oktober 2026. Konvensi bertema “Rooted in Heritage, Empowered by Humanity, Driven by Leadership” itu diselenggarakan di SIS North East Jakarta atau SIS NEJ.

Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia yang menyelenggarakan kegiatan tersebut menaungi lebih dari 460 sekolah di Indonesia. Jumlah itu membuka peluang bagi desa wisata untuk menjangkau pasar wisata edukasi dan membangun kemitraan berkelanjutan dengan institusi pendidikan.

FAQ wisata edukasi desa wisata

Apa tujuan Kemenpar promosikan 6 desa wisata kepada sekolah?

Tujuannya adalah menghubungkan kebutuhan kurikulum sekolah dengan paket wisata edukasi di desa wisata. Siswa diharapkan dapat belajar dari budaya, alam, lingkungan, serta kehidupan masyarakat secara langsung.

Apa saja desa wisata yang dipromosikan?

Enam desa tersebut adalah Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata Krebet, Desa Wisata Les, Desa Wisata Sudaji, Desa Wisata Bugisan, dan Desa Wisata Selamanik.

Hal apa yang perlu diperhatikan sekolah saat merencanakan edutrip?

Sekolah dapat memastikan kesesuaian aktivitas dengan tujuan pembelajaran, memperhatikan prosedur keselamatan dan manajemen risiko, serta meminta informasi yang jelas mengenai biaya, fasilitas, dan pilihan pembayaran untuk rombongan.

Related Reading