Sampah harus punya alamat
Sampah Harus Punya Alamat untuk Lingkungan Surabaya
Menggalangkebaikan.com – Sampah harus punya alamat menjadi prinsip penting dalam penataan lingkungan perkotaan. Limbah tidak berhenti menjadi persoalan ketika sudah keluar dari rumah, hotel, restoran, pasar, atau tempat usaha. Setiap material harus memiliki jalur yang jelas, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, pemanfaatan kembali, hingga penanganan residu di tempat yang sesuai.
Di Keputih, Surabaya, Jawa Timur, persoalan ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya. Pada 1 Oktober 2026, pemerintah kota menertibkan kegiatan pengelolaan sampah tanpa izin di tujuh bidang tanah milik pemerintah. Penindakan tersebut melanjutkan langkah pada Agustus setelah pendataan bersama kelurahan dan kecamatan menemukan 97 persil digunakan untuk usaha pengelolaan sampah tanpa izin.
Temuan itu menunjukkan bahwa penanganan limbah tidak cukup dilakukan dengan memindahkan tumpukan dari satu lokasi ke lokasi lain. Di balik aktivitas pemilahan terdapat rantai ekonomi yang melibatkan pemilah, pengepul, pengangkut, pembeli material daur ulang, serta pelaku usaha yang menghasilkan sampah. Penataan perlu menjaga nilai ekonomi tersebut sambil memastikan penggunaan lahan, kebersihan, dan pengelolaan residu berjalan sesuai aturan.
Timbulan Sampah Harian yang Besar
Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Dari jumlah itu, sekitar 200 ton telah dikelola masyarakat melalui pemilahan, bank sampah, serta kegiatan berbasis 3R, yakni mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Sementara itu, kurang lebih 1.600 ton masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir Benowo.
Besarnya volume tersebut memperlihatkan perlunya pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Pemilahan tetap memiliki peran penting karena dapat mengurangi material yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Namun, kegiatan itu perlu dilakukan di lokasi yang resmi, memiliki sarana memadai, dan tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.
Bau, air lindi, sampah tercecer, serta residu yang tidak tertangani dapat berdampak langsung pada warga. Karena itu, sampah harus punya alamat bukan sekadar ajakan administratif, melainkan kebutuhan agar setiap pihak mengetahui ke mana sampah dibawa dan siapa yang bertanggung jawab atas sisa yang tidak memiliki nilai ekonomi.
Penataan Keputih dari Hulu hingga Hilir
Dalam penertiban Agustus di kawasan Keputih seluas sekitar 1,4 hektare, Pemerintah Kota Surabaya mengangkut sekitar 32 truk sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi ke TPA Benowo. Lokasi tersebut diketahui menjadi tempat pemilahan sampah dari sektor hotel, restoran, dan kafe. Saat pendataan, terdapat sekitar 22 hingga 24 kelompok yang beraktivitas di area itu.
Aktivitas tersebut berkaitan dengan banyaknya sumber sampah komersial di Surabaya. Ribuan usaha hotel, restoran, dan kafe, bersama puluhan vendor pengangkutan, memiliki alur sampah yang perlu dipetakan. Pengawasan tidak cukup hanya dilakukan di lokasi pemilahan, tetapi juga perlu mencakup pihak penghasil, pengangkut, penerima material bernilai, dan pengelola residu.
Dengan sistem yang tertib, material yang masih dapat digunakan atau didaur ulang dapat tetap bernilai ekonomi. Sebaliknya, residu harus memiliki tujuan akhir yang pasti. Prinsip sampah harus punya alamat membantu memastikan tidak ada sisa limbah yang dibuang sembarangan atau ditinggalkan di lahan yang tidak semestinya.
Ekonomi Sirkular Perlu Didukung Aturan
Material seperti kertas, plastik, logam, dan barang tertentu yang masih layak pakai dapat memberi penghasilan bagi pelaku pemilahan. Potensi tersebut perlu didukung melalui tata kelola yang jelas. Pemilah dan pengepul dapat menjadi bagian dari sistem pengurangan sampah selama kegiatan mereka berada di lokasi yang sesuai, menjaga kebersihan, serta memiliki kepastian dalam penanganan residu.
Yang perlu dihentikan bukan kegiatan pemilahan yang bermanfaat, melainkan penggunaan tanah tanpa izin, pembakaran sampah sembarangan, pencemaran, dan pembuangan residu tanpa penanganan. Penataan yang baik dapat melindungi warga, menjaga lingkungan, serta memberi ruang bagi kegiatan ekonomi yang lebih bertanggung jawab.
Setiap sampah perlu diketahui asal, pengangkut, lokasi pemilahan, pemanfaatan materialnya, dan tujuan akhir residunya.
FAQ: Pengelolaan Sampah yang Bertanggung Jawab
Mengapa sampah perlu dipilah dari rumah atau tempat usaha?
Pemilahan membantu memisahkan material yang masih dapat digunakan kembali atau didaur ulang dari residu. Langkah ini mengurangi beban tempat pembuangan akhir dan membuat pengelolaan sampah lebih efisien.
Ke mana residu sampah harus dibuang?
Residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali perlu diserahkan melalui jalur pengangkutan dan fasilitas pengelolaan yang resmi. Jangan membuangnya di lahan kosong, saluran air, atau lokasi yang tidak ditetapkan untuk pengelolaan sampah.
Apa makna “sampah harus punya alamat”?
Artinya, setiap sampah harus memiliki tujuan pengelolaan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Mulai dari sumber sampah, pihak pengangkut, tempat pemilahan, hingga lokasi akhir residu, seluruh rantainya perlu tercatat dan tertata.