Menggalangkebaikan.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

LPS sebut hampir 2 juta rekening simpanan nasabah di Bank Sumut

Published · Updated · By Sari Hidayat - menggalangkebaikan.com

Foto : Sari Hidayat - menggalangkebaikan.com

Hampir Dua Juta Rekening Bank Sumut Masuk Perlindungan LPS

Menggalangkebaikan.com – Kepercayaan nasabah terhadap PT Bank Sumut (Perseroda) tercermin dari cakupan perlindungan simpanan yang telah menjangkau hampir dua juta rekening. Hingga Agustus 2026, sekitar 1,99 juta rekening simpanan nasabah bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut tercatat dalam skema penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Informasi itu disampaikan Direktur Eksekutif Keuangan dan Investasi LPS, Hafiz Ashady, seusai kunjungan kerja Badan Supervisi LPS bersama Komisi XI DPR RI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Pusat Bank Sumut di Medan, Sabtu.

“Per Agustus 2026, sekitar 1,99 juta rekening simpanan nasabah Bank Sumut tercatat dalam cakupan penjaminan LPS,” tegas Hafiz Ashady.

Jumlah rekening tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar simpanan nasabah Bank Sumut telah tercatat dalam program penjaminan. LPS juga memberikan apresiasi atas kepatuhan Bank Sumut dalam menjalankan kewajiban sebagai peserta program penjaminan simpanan.

Kepatuhan itu mencakup pemenuhan pembayaran premi penjaminan secara tepat waktu serta pelaksanaan ketentuan yang telah ditetapkan. Bagi nasabah, keberadaan perlindungan LPS menjadi unsur penting dalam menjaga rasa aman ketika menyimpan dana di perbankan.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, hampir seluruh rekening simpanan nasabah Bank Sumut tercatat program penjaminan LPS,” tutur Hafiz.

Batas Penjaminan Tetap Berlaku

Meski jumlah rekening yang tercakup sangat besar, penjaminan simpanan tetap mengikuti syarat dan batas yang berlaku di LPS. Nilai maksimum simpanan yang dijamin adalah Rp2 miliar untuk setiap nasabah pada setiap bank. Perlindungan juga mengikuti ketentuan lain dalam program penjaminan simpanan.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyatakan kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan nasabah menjadi bagian dari agenda transformasi bisnis perseroan. Penguatan bisnis, dalam pandangan Bank Sumut, perlu berjalan seiring dengan tata kelola yang baik serta pengelolaan risiko yang lebih matang.

“Transformasi Bank Sumut bukan hanya soal pertumbuhan bisnis. Kami juga ingin pertumbuhan itu dibangun dengan tata kelola, kepatuhan, dan pengelolaan risiko yang semakin kuat,” kata Heru.

Bank Sumut terus menyampaikan edukasi terkait simpanan dan layanan perbankan kepada para nasabah. Informasi tersebut diberikan melalui customer service, petugas frontliner, relationship manager, serta berbagai kanal digital. Upaya ini penting agar nasabah memahami fitur layanan yang digunakan, termasuk ketentuan perlindungan simpanan yang berlaku.

Pertumbuhan Aset dan Pembiayaan Produktif

Selain memperkuat kepatuhan, Bank Sumut melanjutkan pengembangan bisnis melalui peningkatan pembiayaan produktif. Salah satu salurannya adalah Kredit Usaha Rakyat atau KUR, yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan usaha.

Perseroan memperoleh tambahan kuota KUR Rp1 triliun sehingga total kuota mencapai Rp2 triliun. Dari jumlah itu, Rp800 miliar ditargetkan tersalurkan hingga akhir tahun ini. Penambahan alokasi tersebut menempatkan KUR sebagai salah satu bagian penting dari dorongan Bank Sumut terhadap kredit produktif.

Pada Agustus 2026, aset Bank Sumut tercatat Rp49,8 triliun, tumbuh sekitar 4,8 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga mencapai Rp40,8 triliun, sedangkan total kredit berada di angka Rp32,3 triliun. Porsi kredit produktif tercatat sekitar 34,47 persen.

Angka-angka tersebut menggambarkan posisi bisnis Bank Sumut yang tetap bertumbuh sambil mempertahankan perhatian terhadap kualitas pengelolaan. Pertumbuhan kredit tidak semata-mata diukur dari besarnya penyaluran, melainkan juga dari kemampuan bank menjaga kualitas aset dan risiko pembiayaan.

Digitalisasi Transaksi Diperluas

Transformasi Bank Sumut juga mencakup penguatan transaksi digital. Layanan mobile banking dan penggunaan QRIS merchant menjadi bagian dari pengembangan layanan agar kebutuhan transaksi nasabah dapat dilayani melalui kanal yang semakin beragam.

Hingga Agustus 2026, transaksi QRIS merchant Bank Sumut mencapai 3,6 juta transaksi dengan nilai Rp442,7 miliar. Sementara itu, nilai transaksi melalui mobile banking tercatat sebesar Rp18,5 triliun. Pemanfaatan kanal digital memberi pilihan tambahan bagi nasabah untuk melakukan transaksi perbankan tanpa hanya bergantung pada layanan tatap muka.

OJK dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa kondisi Bank Sumut secara umum masih kuat, khususnya dari sisi permodalan. Modal inti bank berada di kisaran Rp4,4 triliun, dengan rasio kecukupan modal sekitar 21 persen.

Permodalan yang memadai menjadi salah satu fondasi bagi bank dalam menjalankan kegiatan usaha dan menghadapi risiko. Namun, ekspansi kredit tetap perlu dikelola secara hati-hati agar pertumbuhan pembiayaan disertai kualitas aset yang terjaga.

“Pertumbuhan kredit harus tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Kami juga ingin kredit tumbuh, tetapi kualitas aset dan pengelolaan risikonya harus semakin baik,” papar Heru.

Dengan cakupan hampir dua juta rekening dalam program penjaminan LPS, penguatan modal, pertumbuhan aset, serta perluasan layanan digital, Bank Sumut menempatkan perlindungan nasabah dan tata kelola sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda bisnisnya. Bagi masyarakat yang menggunakan layanan perbankan, pemahaman atas batas dan persyaratan penjaminan tetap menjadi hal penting dalam mengelola simpanan secara bijak.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is LPS sebut hampir 2 juta rekening?

LPS sebut hampir 2 juta rekening is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does LPS sebut hampir 2 juta rekening matter?

LPS sebut hampir 2 juta rekening matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.