IHSG ditutup melemah seiring pasar hati-hati “wait and see” RDG BI
IHSG Berakhir di Zona Merah Jelang Rapat Bank Indonesia
Menggalangkebaikan.com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Senin ditutup dengan tekanan jual ketika pelaku pasar memilih bersikap lebih hati-hati menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada 22–23 September 2026. Sikap menanti keputusan bank sentral tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan bergerak melemah hingga akhir sesi.
IHSG turun 56,43 poin atau 0,88 persen dan menetap di level 6.384,73. Indeks LQ45, yang menghimpun 45 saham berkapitalisasi besar dan likuid, juga terkoreksi 5,96 poin atau 0,93 persen menjadi 634,29.
Pergerakan ini mencerminkan perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter domestik, terutama setelah sejumlah bank sentral utama dunia melakukan penyesuaian suku bunga pada bulan ini. Keputusan BI dipandang penting untuk menilai respons terhadap perkembangan inflasi, nilai tukar, serta kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Pasar Menunggu Respons BI
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau Nico, menilai pertemuan BI berlangsung dalam situasi yang menarik. The Fed, Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB), serta Bank of Japan (BoJ) telah menaikkan suku bunga acuannya masing-masing 25 basis poin pada September 2026.
“Menariknya, keputusan BI diambil di tengah momentum The Fed, Europan Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BoJ) yang secara kompak menaikkan suku bunga untuk meredam lonjakan inflasi akibat krisis energi,” ujar Nico.
Kenaikan suku bunga di sejumlah negara besar biasanya menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi arus dana global. Investor kerap mempertimbangkan selisih imbal hasil, risiko nilai tukar, serta prospek pertumbuhan ketika menentukan penempatan dana di pasar saham maupun instrumen lainnya.
Dalam konteks tersebut, keputusan dan pandangan BI pada pekan ini menjadi salah satu agenda utama yang dipantau pelaku pasar. Perhatian tidak hanya tertuju pada tingkat suku bunga, tetapi juga pada penjelasan bank sentral mengenai kondisi ekonomi dan risiko eksternal yang dihadapi Indonesia.
Sentimen Global Memberi Dukungan untuk Bursa Asia
Di kawasan Asia, mayoritas bursa justru mencatat penguatan pada penutupan perdagangan. Sentimen positif muncul seiring indikasi meningkatnya diplomasi untuk meredakan konflik serta memulihkan arus energi di Timur Tengah. Harga minyak dunia yang terus menurun turut membantu memperbaiki persepsi risiko pasar.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan adanya peluang untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Trump juga membuka kemungkinan pertemuan dengan pemimpin negara-negara Teluk Persia lainnya.
Di sisi lain, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mendorong negara-negara Teluk agar bekerja bersama untuk mengembalikan stabilitas di kawasan. Perkembangan diplomatik tersebut menjadi perhatian investor karena konflik dan gangguan energi dapat berpengaruh luas terhadap inflasi serta biaya produksi global.
Pasar juga mengamati kebijakan moneter China. Bank sentral China atau People’s Bank of China (PBOC) diperkirakan mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya pada level terendah sepanjang masa untuk bulan ke-16 berturut-turut. Loan Prime Rate satu tahun tetap berada di 3,0 persen, sedangkan LPR lima tahun dipertahankan pada 3,5 persen.
Delapan Sektor Melemah
IHSG sempat memulai perdagangan dengan penguatan, tetapi kemudian masuk ke wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama. Tekanan berlanjut pada sesi kedua dan indeks bertahan di zona merah sampai perdagangan selesai.
Dari sebelas sektor dalam indeks IDX-IC, hanya tiga sektor yang mencatat kenaikan. Sektor transportasi dan logistik menjadi yang terbaik dengan penguatan 0,55 persen. Sektor kesehatan bertambah 0,21 persen, sementara sektor properti naik tipis 0,01 persen.
Sebaliknya, delapan sektor mengalami pelemahan. Infrastruktur menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yaitu 1,38 persen. Sektor barang konsumen primer turun 0,94 persen dan sektor energi melemah 0,93 persen. Komposisi ini menunjukkan tekanan jual terjadi cukup luas, meskipun tidak seluruh kelompok saham bergerak seragam.
Di antara saham yang membukukan kenaikan harga terbesar terdapat CSMI, TRUE, BBSS, JAWA, dan AGAR. Sementara itu, FORU, KICI, JARR, FPNI, serta DOOH masuk daftar saham dengan pelemahan harga terbesar pada perdagangan hari tersebut.
Aktivitas Transaksi Tetap Ramai
Nilai transaksi saham mencapai Rp11,83 triliun dengan volume perdagangan 26,07 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,82 juta kali. Sebanyak 294 saham menguat, 372 saham melemah, dan 297 saham tidak mengalami perubahan harga.
Angka tersebut memperlihatkan aktivitas perdagangan tetap berlangsung aktif meski indeks utama menurun. Jumlah saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik mempertegas dominasi sentimen kehati-hatian menjelang agenda kebijakan moneter dalam negeri.
Penguatan pasar Asia pada sore hari terlihat pada sejumlah indeks utama. Nikkei naik 1,38 persen ke 65.018,95, Shanghai bertambah 0,97 persen menjadi 3.949,91, dan Hang Seng menguat 1,18 persen ke 25.042,71. Indeks Kospi meningkat 1,65 persen menjadi 7.007,72, sedangkan Straits Times naik 0,34 persen ke 5.675,23.
Perbedaan arah antara IHSG dan sejumlah bursa regional menggambarkan bahwa faktor domestik sedang lebih dominan bagi investor Indonesia. Pasar kini menanti hasil RDG BI sebagai penentu sentimen berikutnya, di tengah perkembangan suku bunga global, harga energi, dan dinamika geopolitik yang masih terus bergerak.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is IHSG ditutup melemah seiring pasar hati?IHSG ditutup melemah seiring pasar hati is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does IHSG ditutup melemah seiring pasar hati matter?IHSG ditutup melemah seiring pasar hati matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.