Menggalangkebaikan.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

DK PBB gelar jajak pendapat informal ketiga tentang kandidat sekjen

Published · Updated · By Indah Ananda - menggalangkebaikan.com

Foto : Indah Ananda - menggalangkebaikan.com

DK PBB Lanjutkan Seleksi Kandidat Sekjen, Grynspan Raih Dukungan Terbanyak pada Putaran Ketiga

Menggalangkebaikan.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali menguji peta dukungan bagi calon sekretaris jenderal PBB periode berikutnya melalui jajak pendapat informal ketiga yang berlangsung secara tertutup pada Jumat, 18 September. Proses ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum Dewan Keamanan menentukan satu nama untuk diajukan kepada Majelis Umum PBB.

Prancis, yang memegang presidensi bergilir Dewan Keamanan sepanjang September, memimpin jalannya pemungutan suara. Duta Besar Prancis untuk PBB Jerome Bonnafont menyampaikan bahwa para kandidat akan menerima informasi hasil jajak pendapat melalui perwakilan tetap negara yang mengusulkan pencalonan mereka.

Meski hasil straw poll tidak dipublikasikan secara resmi oleh Dewan Keamanan, rincian hasil putaran ketiga beredar ke publik. Rebeca Grynspan, mantan wakil presiden Kosta Rika yang kini menjabat sekretaris jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan atau UNCTAD, tercatat memperoleh sembilan suara mendukung.

Di bawahnya, Carolyn Rodrigues-Birkett, perwakilan tetap Guyana untuk PBB, mendapatkan delapan suara mendukung. Kedua kandidat perempuan tersebut kembali menjadi dua nama dengan dukungan tertinggi dalam tahapan seleksi yang sedang berlangsung.

Dukungan Berubah di Setiap Putaran

Perjalanan tiga putaran straw poll menunjukkan persaingan yang terus bergerak. Pada jajak pendapat pertama, 30 Juli, Grynspan memimpin dengan 10 suara mendukung, sementara Rodrigues-Birkett mengumpulkan sembilan dukungan.

Situasinya berubah pada putaran kedua yang digelar 21 Agustus. Rodrigues-Birkett naik ke posisi pertama dengan delapan suara mendukung, sedangkan Grynspan berada tepat di belakangnya dengan tujuh suara.

Pada putaran ketiga, Grynspan kembali berada di posisi teratas. Namun, kenaikan suara penolakan terhadap dua kandidat utama juga memperlihatkan bahwa dukungan di Dewan Keamanan belum sepenuhnya mengerucut. Grynspan menerima lima suara tidak mendukung, sementara Rodrigues-Birkett menghadapi enam suara penolakan.

Dalam mekanisme jajak pendapat informal, setiap anggota Dewan Keamanan diyakini memberikan satu surat suara bagi setiap kandidat. Surat tersebut menyediakan tiga pilihan penilaian:

“Mendukung”, “tidak mendukung”, dan “abstain”.

Sistem ini memungkinkan anggota Dewan Keamanan melihat kekuatan dan kelemahan masing-masing calon sebelum masuk ke tahap pemilihan yang lebih menentukan. Tidak seperti pemungutan suara resmi, straw poll tidak menghasilkan keputusan pengangkatan. Fungsinya adalah membaca kecenderungan politik, mengidentifikasi kandidat yang paling mungkin diterima, serta mengetahui siapa yang menghadapi hambatan besar.

Delapan Tokoh dalam Persaingan

Selain Grynspan dan Rodrigues-Birkett, terdapat enam kandidat lain yang ikut dalam proses pemilihan sekretaris jenderal PBB. Mereka adalah Ivonne A-Baki, mantan menteri dan diplomat Ekuador; Michelle Bachelet, mantan presiden Chile serta mantan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia; dan Maria Fernanda Espinosa, mantan presiden Majelis Umum PBB yang pernah menjadi menteri luar negeri dan menteri pertahanan Ekuador.

Daftar kandidat juga mencakup Rafael Grossi dari Argentina, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional saat ini; Olara Otunnu dari Uganda, mantan wakil sekretaris jenderal PBB; serta Macky Sall, mantan presiden Senegal.

Komposisi calon ini memperlihatkan keberagaman pengalaman, mulai dari kepemimpinan pemerintahan nasional, diplomasi multilateral, urusan perdagangan dan pembangunan, hak asasi manusia, hingga keamanan internasional dan energi atom. Pengalaman tersebut relevan bagi jabatan sekjen PBB, yang menuntut kemampuan menjembatani kepentingan negara-negara anggota sekaligus mengelola kerja organisasi global yang luas.

Peran Penting Dewan Keamanan

Pemilihan sekretaris jenderal PBB memiliki prosedur khusus. Dewan Keamanan lebih dulu memilih seorang kandidat untuk direkomendasikan kepada Majelis Umum. Setelah itu, Majelis Umum menjalankan proses pengangkatan secara formal.

Karena Dewan Keamanan memegang peran awal dalam penyaringan kandidat, dinamika dukungan di forum tersebut menjadi sangat penting. Jajak pendapat informal memberi gambaran awal mengenai peluang setiap calon, meskipun hasilnya belum menjadi penetapan akhir dan tidak diumumkan sebagai keputusan resmi lembaga.

Perhatian publik terhadap proses ini juga berkaitan dengan dorongan agar pengangkatan sekjen PBB berlangsung secara terbuka, adil, dan inklusif. Kampanye global “1 for 8 Billion” menempatkan proses tersebut dalam sorotan, termasuk dengan mengadvokasi peluang lahirnya sekretaris jenderal perempuan pertama dalam sejarah PBB.

Hingga kini, posisi sekjen PBB belum pernah diduduki perempuan. Kehadiran sejumlah kandidat perempuan dengan pengalaman diplomatik dan pemerintahan yang kuat membuat pemilihan kali ini mendapat perhatian khusus.

Masa Jabatan Guterres Berakhir pada 2026

Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, akan mengakhiri masa jabatannya pada penghujung 2026. Penggantinya dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Januari 2027.

Jabatan sekretaris jenderal merupakan posisi administratif tertinggi di PBB sekaligus salah satu peran diplomatik paling menonjol di dunia. Pemegang jabatan ini memimpin Sekretariat PBB, mendukung pelaksanaan mandat badan-badan PBB, dan memainkan peran penting dalam diplomasi internasional.

Dengan masih adanya perubahan dukungan dari satu straw poll ke straw poll berikutnya, proses seleksi belum menunjukkan kepastian mengenai kandidat yang akan memperoleh rekomendasi akhir Dewan Keamanan. Putaran ketiga menempatkan Grynspan sedikit di depan Rodrigues-Birkett, tetapi perbedaan suara yang tipis serta bertambahnya suara tidak mendukung menunjukkan bahwa persaingan masih terbuka.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is DK PBB gelar jajak pendapat informal?

DK PBB gelar jajak pendapat informal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does DK PBB gelar jajak pendapat informal matter?

DK PBB gelar jajak pendapat informal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.