Menggalangkebaikan.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polri kerahkan tiga kapal dan tim DVI tangani KM Virgo

Published · Updated · By Rina Firmansyah - menggalangkebaikan.com

Foto : Rina Firmansyah - menggalangkebaikan.com

Polri Perkuat Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Menggalangkebaikan.com – Operasi pencarian dan penyelamatan penumpang KM Virgo Transport 8 terus diperluas di perairan Laut Jawa setelah kapal rute Surabaya–Banjarmasin itu mengalami kecelakaan saat cuaca buruk pada Minggu. Polri mengerahkan tiga kapal patroli, dukungan personel lintas instansi, hingga tim Disaster Victim Identification atau DVI untuk membantu penanganan korban dan keluarga.

Kapal tersebut membawa total 243 orang. Hingga perkembangan terakhir, 113 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, 107 penumpang dan awak kapal ditemukan selamat, sementara enam orang meninggal dunia. Sebanyak 130 orang lainnya masih dicari oleh tim SAR gabungan melalui operasi laut dan udara.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa KM Virgo Transport 8 dilaporkan terbalik, bukan tenggelam. Penyebab insiden masih dalam proses penyelidikan, sementara perhatian utama seluruh unsur yang bertugas diarahkan pada pencarian korban yang belum ditemukan.

Tiga Kapal Polisi Bergerak ke Lokasi

Korps Kepolisian Air dan Udara Baharkam Polri mengirim tiga kapal polisi yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Pengerahan ini dilakukan untuk memperkuat jangkauan pencarian di area perairan yang menjadi fokus operasi.

KP Laksmana-7012 diberangkatkan dari Kalimantan Selatan dengan jarak sekitar 80 mil laut dan perkiraan perjalanan tujuh jam. Dari Kalimantan Tengah, KP Ibis-6001 bergerak menempuh kurang lebih 103 mil laut dengan estimasi waktu sembilan jam. Sementara itu, KP Manyar-5003 melaju dari Surabaya dengan jarak sekitar 200 mil laut dan perkiraan perjalanan 24 jam.

Dukungan pencarian juga mencakup kapal dari unsur lain, dua helikopter, personel Basarnas, TNI AL, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP, Polairud, serta tim pendukung. Koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam operasi karena pencarian di laut memerlukan pembagian sektor, komunikasi cepat, dan pemantauan kondisi cuaca secara berkelanjutan.

“Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Trunoyudo menegaskan pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang serta awak kapal menjadi prioritas. Kehadiran armada tambahan diharapkan membantu mempercepat respons ketika korban atau petunjuk baru ditemukan di kawasan pencarian.

“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga kapal polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya,” ujarnya.

Posko untuk Keluarga Penumpang

Polda Jawa Timur turut mengambil peran dalam penanganan insiden karena kapal berangkat dari Surabaya. Direktorat Polairud Polda Jawa Timur menyiapkan tim khusus untuk mendukung kegiatan SAR dan menjaga koordinasi dengan Basarnas beserta instansi terkait.

Di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak membuka Posko Pelayanan dan Pengaduan. Posko ini menjadi titik bantuan bagi keluarga yang membutuhkan informasi, sekaligus terhubung dengan Polres Pelabuhan Banjarmasin dan BPBD Banjarmasin untuk mengikuti proses penanganan serta evakuasi korban.

Keluarga penumpang juga dapat memanfaatkan Call Center Polri 110 dan layanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui nomor 081918600000. Penggunaan jalur resmi penting agar keluarga memperoleh pembaruan yang benar dan mengurangi risiko beredarnya informasi yang belum terverifikasi selama operasi berlangsung.

Enam Posko DVI Disiapkan

Selain pencarian di laut, Polri menyiagakan tim DVI untuk proses identifikasi korban. Enam posko DVI telah dibentuk di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Langkah ini disiapkan untuk memastikan setiap proses identifikasi berjalan dengan ketelitian serta penghormatan terhadap korban dan keluarga.

“Polri juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” kata Trunoyudo.

Tim DVI memiliki peran ketika identitas korban perlu dipastikan melalui prosedur yang tepat. Dukungan kesehatan, layanan keluarga, dan komunikasi antarlembaga juga diperlukan agar proses evakuasi tidak berhenti pada penemuan korban, tetapi berlanjut hingga penanganan di darat dapat dilakukan secara layak.

Polri mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta mengikuti informasi melalui saluran resmi. Operasi gabungan akan terus berjalan dengan mengoptimalkan kemampuan masing-masing unsur hingga korban yang masih dicari dapat ditemukan dan dievakuasi.

“Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta memperoleh informasi melalui kanal resmi. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dan dievakuasi,” ujar Trunoyudo.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Polri kerahkan tiga kapal dan tim DVI?

Polri kerahkan tiga kapal dan tim DVI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polri kerahkan tiga kapal dan tim DVI matter?

Polri kerahkan tiga kapal dan tim DVI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.