Menggalangkebaikan.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BRICS desak upaya lebih besar dalam penyelesaian konflik dunia

Published · Updated · By Lia Saputra - menggalangkebaikan.com

Foto : Lia Saputra - menggalangkebaikan.com

BRICS Serukan Diplomasi Lebih Kuat untuk Redam Konflik Global

Menggalangkebaikan.com – Para pemimpin BRICS menempatkan penyelesaian damai sebagai kebutuhan mendesak di tengah memburuknya sejumlah konflik internasional, termasuk perang di Iran dan Ukraina serta kekerasan yang masih terjadi di Jalur Gaza. Sikap tersebut dituangkan dalam Deklarasi New Delhi, yang disetujui secara bulat pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi BRICS selama dua hari di ibu kota India.

Dalam pernyataan bersama itu, negara-negara anggota menilai dunia sedang menghadapi suasana yang dipenuhi polarisasi dan saling tidak percaya. Kondisi tersebut dinilai memperbesar risiko eskalasi apabila persoalan keamanan tidak ditangani melalui jalur politik dan diplomasi yang konsisten.

BRICS mendorong masyarakat internasional agar memperkuat langkah pencegahan konflik, bukan hanya merespons ketika kekerasan telah meluas. Pendekatan tersebut mencakup upaya memahami serta menangani faktor-faktor mendasar yang memicu ketegangan dan perang.

Penolakan terhadap pemindahan paksa warga Gaza

Situasi Palestina menjadi salah satu perhatian utama dalam deklarasi itu. Para pemimpin BRICS menyampaikan keprihatinan mendalam karena kekerasan di Gaza terus berlangsung, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan pada Oktober 2025.

Blok tersebut secara tegas menolak kebijakan atau tindakan yang mengarah pada pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza. BRICS juga mengingatkan bahwa pengaturan apa pun tidak boleh mengikis hak-hak yang melekat pada rakyat Palestina, membenarkan pendudukan, ataupun memperpanjang keberlanjutannya.

“Penyelesaian yang adil dan bertahan lama bagi konflik Israel-Palestina harus ditempuh secara damai, dengan pemenuhan hak sah rakyat Palestina, termasuk penentuan nasib sendiri dan hak kembali.”

Pernyataan itu menegaskan kembali posisi bahwa perdamaian tidak dapat dipisahkan dari penghormatan terhadap hak politik dan kemanusiaan rakyat Palestina. Bagi pembaca, penekanan ini penting karena konflik di kawasan tersebut tidak hanya terkait penghentian serangan, melainkan juga menyangkut status, hak, dan masa depan masyarakat yang terdampak.

BRICS turut menolak langkah unilateral yang berusaha mengubah kedudukan hukum maupun nilai sejarah Yerusalem yang diduduki. Kota itu memiliki arti penting bagi berbagai komunitas keagamaan, sehingga penghormatan terhadap tempat suci dan akses beribadah tanpa hambatan dipandang sebagai bagian penting dari perlindungan hak semua pihak.

“Kesucian seluruh lokasi keagamaan dan tempat suci di kota itu perlu dihormati sepenuhnya, termasuk hak setiap orang untuk beribadah dan menjalankan ritual tanpa halangan.”

Perlindungan personel PBB dan warga sipil

Selain Gaza, deklarasi tersebut juga menyoroti Lebanon. BRICS mengecam serangan terhadap fasilitas dan personel Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL. Pasukan ini menjalankan mandat perdamaian di wilayah tersebut, dan serangan terhadap mereka dinilai sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Perhatian terhadap keamanan personel perdamaian mencerminkan pentingnya ruang kerja bagi lembaga internasional di kawasan konflik. Ketika personel dan fasilitas kemanusiaan atau perdamaian menjadi sasaran, kemampuan untuk melindungi warga sipil serta menjaga komunikasi antarpihak dapat semakin terhambat.

BRICS juga menyampaikan keprihatinan serius atas serangan yang sengaja diarahkan ke infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir yang digunakan untuk tujuan damai. Infrastruktur semacam itu memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari layanan dasar hingga keselamatan lingkungan.

Kekhawatiran terhadap risiko nuklir

Meningkatnya kemungkinan konflik nuklir menjadi bagian lain yang ditekankan dalam Deklarasi New Delhi. Para pemimpin BRICS menyerukan perlucutan senjata, pengendalian persenjataan, dan penguatan nonproliferasi sebagai langkah untuk mencegah bahaya yang lebih luas.

Dalam situasi perang, fasilitas nuklir memerlukan perlindungan khusus karena gangguan terhadap keamanan maupun keselamatannya dapat menimbulkan konsekuensi lintas batas. Risiko tersebut tidak hanya menyangkut pihak yang bertikai, tetapi juga penduduk sipil dan lingkungan di wilayah yang lebih luas.

“Keselamatan, keamanan, dan pengamanan nuklir harus tetap dijaga dalam keadaan apa pun, termasuk ketika terjadi konflik bersenjata, demi melindungi manusia serta lingkungan.”

Seruan tersebut memperlihatkan kekhawatiran bahwa perang modern dapat membawa dampak melampaui medan pertempuran. Karena itu, perlindungan fasilitas sipil dan nuklir dipandang sebagai prinsip yang harus dihormati bahkan ketika hubungan antarnegara berada dalam ketegangan tinggi.

Peran organisasi regional

Dalam upaya menekan potensi krisis, BRICS mendorong organisasi regional untuk mengambil peran lebih aktif dalam pencegahan dan penyelesaian konflik. Organisasi yang berada dekat dengan kawasan terdampak dapat membantu membuka jalur komunikasi, memperkuat dialog, dan mendukung langkah-langkah deeskalasi.

Blok itu menyatakan dukungannya bagi seluruh inisiatif yang berkontribusi pada penyelesaian krisis secara damai. Pesan utamanya adalah bahwa diplomasi perlu dijalankan sejak awal, sebelum konflik berkembang menjadi kekerasan berkepanjangan yang lebih sulit dihentikan.

Deklarasi New Delhi akhirnya menempatkan perdamaian, perlindungan warga sipil, penghormatan terhadap hukum internasional, dan pengurangan risiko nuklir dalam satu kerangka yang saling terkait. Bagi BRICS, tantangan keamanan global memerlukan keterlibatan yang lebih besar dari komunitas internasional untuk mencegah konflik, menjaga dialog, dan mencari jalan keluar yang berkelanjutan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BRICS desak upaya lebih besar?

BRICS desak upaya lebih besar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BRICS desak upaya lebih besar matter?

BRICS desak upaya lebih besar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.