Menggalangkebaikan.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi penembakan ASN

Published · Updated · By Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Foto : Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Selongsong Dua Kaliber Ditemukan di Lokasi Penembakan ASN di Jayawijaya

Menggalangkebaikan.com – Petugas yang menyelidiki penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menemukan selongsong peluru berkaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa lebih dari satu jenis senjata api digunakan dalam peristiwa yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya itu.

Olah tempat kejadian perkara dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 pada Kamis. Sejumlah barang bukti dikumpulkan untuk membantu penyidik menelusuri pelaku, pola serangan, serta jenis senjata yang dipakai di lokasi penembakan.

“Penyidik, Kamis ini, sudah melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah barang bukti,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo di Jayapura, Kamis malam.

Petunjuk dari Keterangan Saksi dan Barang Bukti

Keterangan para saksi menyebut penyerang membawa dua senjata api laras panjang. Informasi itu sejalan dengan ditemukannya selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter, yang menjadi salah satu petunjuk penting bagi proses penyidikan.

Di sisi lain, petugas juga mendapati selongsong berkaliber 9 milimeter. Keberadaan barang bukti tersebut mengarah pada kemungkinan pemakaian senjata api laras pendek dalam penembakan. Namun, saksi yang telah dimintai keterangan belum menyampaikan adanya pelaku yang terlihat membawa senjata jenis itu.

Perbedaan antara keterangan saksi dan bukti fisik di lapangan masih didalami. Penyidik perlu mencocokkan posisi selongsong, arah tembakan, serta informasi dari para saksi untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kejadian tersebut.

“Temuan ini menjadi bagian dari penyelidikan untuk memastikan pihak-pihak yang terlibat,” ujar Yusuf. Aparat belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai jumlah pelaku maupun peran masing-masing orang dalam serangan tersebut.

Rombongan Diserang Saat Kembali ke Wamena

Penembakan berlangsung ketika rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang menuju Wamena setelah menyerahkan bantuan pangan berupa ternak babi kepada warga Kampung Kimbim, Distrik Asologaima. Kegiatan itu dilakukan pada Rabu, 9 September.

Dalam perjalanan pulang, rombongan melintas di Distrik Muliama yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Wamena. Di wilayah tersebut, mereka dihadang sebelum tembakan dilepaskan ke arah rombongan.

Tiga ASN menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa itu, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik. Ketiganya merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang terlibat dalam perjalanan pengantaran bantuan kepada masyarakat.

Serangan terhadap rombongan layanan publik menjadi perhatian aparat karena terjadi saat para ASN menjalankan tugas pelayanan kepada warga. Penyelidikan tidak hanya diarahkan untuk mengidentifikasi penembak, tetapi juga untuk mengurai rangkaian peristiwa sejak rombongan meninggalkan Kampung Kimbim hingga tiba di lokasi penghadangan.

Dugaan Keterlibatan KKB Masih Didalami

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani sebelumnya menyampaikan bahwa hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata Kodap III Ndugama. Meski demikian, identitas orang-orang yang diduga terlibat belum dipastikan secara final.

Aparat masih melanjutkan pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi untuk memastikan dugaan tersebut. Proses ini penting karena temuan selongsong dari dua kaliber dapat menjadi bagian dari rekonstruksi teknis penembakan, termasuk kemungkinan penggunaan senjata yang berbeda di lokasi kejadian.

Penanganan perkara juga mencakup identifikasi seluruh unsur yang berkaitan dengan perjalanan rombongan, titik penghadangan, serta kondisi di sekitar Distrik Muliama ketika serangan terjadi. Informasi yang telah dihimpun akan diuji bersama bukti-bukti lain sebelum penyidik menentukan perkembangan berikutnya.

Jenazah Willi Mbuik Diberangkatkan ke Kupang

Salah satu korban, Willi Mbuik, telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jenazahnya dijadwalkan tiba di Kupang melalui Jakarta pada Jumat, 11 September.

Pengantaran jenazah tersebut menjadi bagian dari penanganan pascakejadian bagi keluarga korban. Sementara itu, penyelidikan atas kematian Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik terus berjalan.

Temuan selongsong kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter kini menjadi salah satu fokus penting dalam upaya mengungkap penembakan di Distrik Muliama. Aparat menyatakan proses pendalaman akan terus dilakukan hingga pelaku serta rangkaian lengkap peristiwa dapat dipastikan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi?

Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi matter?

Polisi temukan selongsong dua kaliber di lokasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.