KSAL nilai drone bawah air penting untuk pengawasan laut Indonesia
Drone Bawah Air Dipandang Strategis untuk Memperkuat Pengawasan Laut Indonesia
Menggalangkebaikan.com – Pengembangan teknologi nirawak bawah air menjadi salah satu opsi yang dinilai penting untuk memperkuat kemampuan pengawasan di perairan Indonesia. Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, menekankan bahwa perangkat tersebut berpotensi membantu kegiatan pemantauan, pengintaian, hingga pemetaan kondisi dasar laut secara lebih efisien.
Gagasan itu disampaikan Muhammad Ali dalam diskusi mengenai kapal selam yang berlangsung di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta Selatan, pada Rabu. TNI AL tengah menelaah skema pemanfaatan drone bawah air sebagai bagian dari pengembangan kemampuan operasi maritim.
“Pengembangan teknologi bawah air saat ini makin maju. TNI AL terus mengkaji skema penggunaan drone bawah air untuk mendukung pengawasan dan pengintaian wilayah laut kita,” kata Ali.
Menjangkau Jalur Perairan Strategis
Indonesia memiliki wilayah perairan yang luas dengan sejumlah lintasan bernilai strategis, termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia atau ALKI I, II, dan III. Jalur-jalur tersebut menghubungkan kawasan pelayaran internasional sekaligus menjadi area yang membutuhkan perhatian pengawasan secara berkelanjutan.
Drone bawah air dinilai dapat bekerja efektif di titik-titik sempit perairan atau choke point. Dengan kemampuan jelajah yang memadai, perangkat ini dapat membantu mengamati aktivitas kapal asing dan mendukung langkah antisipasi terhadap keberadaan kapal yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal.
Pemanfaatan wahana tanpa awak juga membuka peluang bagi pelaksanaan pengawasan tanpa selalu mengandalkan pengerahan kapal dalam skala besar. Hal tersebut berpotensi menekan kebutuhan biaya operasi sekaligus mengurangi risiko yang dihadapi personel saat menjalankan tugas di laut.
Bagi negara kepulauan, informasi mengenai aktivitas di atas maupun di bawah permukaan air sama-sama penting. Pengawasan bawah laut tidak hanya terkait pergerakan kapal, tetapi juga berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi lingkungan laut yang dapat memengaruhi pelaksanaan operasi pertahanan.
Pemetaan Dasar Laut Menjadi Kebutuhan Penting
Selain fungsi pengintaian, drone bawah air dapat digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kontur dasar laut. Data yang akurat akan membantu penyusunan peta bawah laut, termasuk informasi tentang arus, pasang surut, wilayah berkarang, serta keberadaan bangkai kapal.
Ketersediaan peta yang terus diperbarui memberi nilai praktis bagi perencanaan kegiatan maritim. Kondisi fisik perairan tidak seragam dari satu kawasan ke kawasan lain, sehingga informasi yang rinci dibutuhkan untuk mendukung pengoperasian unsur laut secara lebih tepat.
Ali berharap pengembangan teknologi ini dapat dilakukan melalui kerja sama antara TNI AL dan industri pertahanan dalam negeri. Kolaborasi tersebut dipandang relevan untuk memperkuat pertahanan maritim sekaligus membangun kapasitas teknologi nasional di bidang bawah air.
Perbedaan Karakter Laut Indonesia
Pengamat pertahanan dari Marapi Consulting, Alman Helvas Ali, menilai pembangunan kekuatan maritim perlu dimulai dari pemahaman yang baik terhadap karakter laut Indonesia. Kedalaman perairan, tingkat kepadatan air, salinitas, dan temperatur dapat berbeda pada tiap kawasan.
“Di wilayah Barat, wilayah laut kita cenderung dangkal, sementara di wilayah Timur itu merupakan perairan dalam. Di setiap wilayah memiliki densitas dan salinitas temperatur yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Perbedaan tersebut membuat pembaruan data kelautan menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Informasi yang mutakhir dapat membantu TNI AL memaksimalkan penggunaan alat utama sistem persenjataan, baik kapal selam maupun kapal permukaan, dalam menjalankan peran pertahanan maritim.
Alman menilai kemampuan pemetaan bawah laut TNI AL masih membutuhkan dukungan teknologi khusus agar dapat bekerja secara maksimal. Pengembangan oleh industri pertahanan nasional tetap menjadi arah penting, tetapi kebutuhan kemampuan deteksi juga perlu dipertimbangkan dalam konteks operasional yang ada saat ini.
Opsi Teknologi dan Kerja Sama Industri
Salah satu pilihan yang dinilai dapat dipertimbangkan adalah teknologi deteksi bawah air dari Fincantieri, produsen yang juga membuat KRI Brawijaya-320 milik TNI AL. Teknologi yang ditawarkan mencakup sistem yang saling terhubung, mulai dari unmanned underwater vehicle atau UUV, hydrophone, sonar pasif, hingga pusat komando.
“Saat ini ada tawaran dari Fincantieri untuk asistensi sistem deteksi bawah air yang komplit, mulai dari UUV, hydrophone, sonar pasif, dan command center,” kata dia.
Pembelian teknologi yang tersedia dalam waktu lebih cepat dapat menjadi pengisi kesenjangan kemampuan deteksi bawah laut sambil menunggu pengembangan drone oleh industri pertahanan dalam negeri. Pilihan tersebut tidak harus dipandang sebagai pengganti pengembangan nasional, melainkan sebagai peluang untuk mempercepat penguasaan teknologi melalui kerja sama yang terarah.
Alman juga melihat kemungkinan adanya skema offset dalam kerja sama tersebut. Skema itu dapat dibicarakan untuk memberi manfaat bagi industri pertahanan nasional, termasuk sebagai langkah awal dalam membangun kemampuan memproduksi sistem deteksi bawah air di dalam negeri.
“Kalau kita mau bisa dibicarakan bagaimana offset-nya, karena ini bisa menjadi modal awal bagi industri pertahanan dalam negeri kita membangun kemampuan memproduksi sistem deteksi bawah air,” jelas dia.
Pengembangan drone bawah air pada akhirnya bukan semata soal penambahan peralatan. Teknologi ini berkaitan dengan ketersediaan data laut, kesiapan pengawasan di jalur strategis, keselamatan personel, serta kemampuan industri nasional untuk membangun sistem pertahanan maritim yang semakin mandiri.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is KSAL nilai drone bawah air penting?KSAL nilai drone bawah air penting is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does KSAL nilai drone bawah air penting matter?KSAL nilai drone bawah air penting matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.