AMP
Menggalangkebaikan.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BPS: Tembaga kuasai 93,55 persen ekspor NTB pada Juli 2026

Published · Updated · By Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Foto : Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Dominasi Tembaga Mendorong Surplus Perdagangan NTB Tembus 1,47 Miliar Dolar AS

Menggalangkebaikan.com – BPS - Ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali ditopang oleh satu komoditas tunggal yang menguasai hampir seluruh nilai pengiriman barang keluar provinsi. Pada Juli 2026, tembaga menyumbang 155,36 juta dolar AS dari total ekspor 166,08 juta dolar AS, atau setara 93,55 persen dari keseluruhan nilai perdagangan keluar. Angka tersebut menempatkan NTB dalam posisi yang sangat bergantung pada satu rantai pasok industri pertambangan, sekaligus menghasilkan surplus perdagangan kumulatif sekitar 1,47 miliar dolar AS untuk tujuh bulan pertama tahun berjalan.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, menyampaikan data tersebut di Mataram pada Selasa. Ia menegaskan bahwa produk tembaga yang dikirim keluar provinsi bukan bijih mentah, melainkan katoda tembaga hasil pengolahan di fasilitas peleburan (smelter) yang beroperasi di wilayah NTB.

"Komoditas tembaga yang diekspor adalah katoda hasil dari smelter."

Wahyudin menambahkan bahwa kontribusi tembaga jauh melampaui seluruh komoditas ekspor lainnya secara kumulatif, sehingga menjadi tulang punggung utama kinerja perdagangan luar NTB.

Arah Pengiriman dan Rute Logistik

Katoda tembaga dari NTB tidak dikirim langsung dari pelabuhan lokal. Muatan tersebut diangkut terlebih dahulu ke Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur, sebelum diberangkatkan ke negara tujuan utama: Tiongkok, Thailand, dan Korea Selatan. Pola logistik ini mencerminkan ketergantungan NTB pada infrastruktur pelabuhan di pulau lain untuk akses ke jaringan pelayaran internasional.

Untuk komoditas bernilai lebih kecil, rute pengiriman berbeda. Perhiasan dan permata—terutama perak serta mutiara budidaya—diberangkatkan melalui Bandara Sultan (Mataram) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (Denpasar) dengan tujuan Uni Emirat Arab, Thailand, dan Jepang. Nilai ekspor kelompok ini tercatat 7,65 juta dolar AS, menyumbang 4,60 persen dari total ekspor Juli 2026.

Ikan dan udang menempati peringkat berikutnya dengan nilai 2,66 juta dolar AS (1,60 persen). Produk yang dikirim meliputi udang vaname, tuna, tuna sirip kuning beku, dan lobster, dengan pasar utama Amerika Serikat, Malaysia, serta sejumlah negara lain.

Komoditas Ekspor Lain dalam Nilai Kecil

Di luar tiga kelompok utama, ekspor NTB pada Juli 2026 juga mencakup batu apung senilai 187.395 dolar AS, produk hewani 121.371 dolar AS, mesin dan peralatan listrik 62.303 dolar AS, serta berbagai komoditas lain bernilai 45.438 dolar AS. Secara agregat, item-item ini hanya menyumbang porsi yang sangat terbatas terhadap total ekspor bulanan.

Lonjakan Ekspor Kumulatif dan Faktor Pendorong

Secara kumulatif Januari–Juli 2026, nilai ekspor NTB mencapai 1,51 miliar dolar AS, melonjak 368,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Untuk bulan Juli saja, kenaikan bulanan tercatat 38,90 persen secara year-on-year.

"Peningkatan itu disebabkan oleh peningkatan ekspor barang non tambang pada kelompok tembaga dan perak hasil industri smelter serta kelompok ikan dan udang."

Lonjakan ini sejalan dengan fase operasional penuh fasilitas peleburan tembaga yang mulai mengolah konsentrat menjadi katoda siap ekspor. Sebelumnya, NTB lebih banyak mengekspor konsentrat atau bijih mentah bernilai lebih rendah; kini produk akhir bernilai tambah jauh lebih tinggi mengalir keluar, mengubah struktur perdagangan provinsi secara fundamental.

Sisi Impor: Kontraksi Tajam

Berbanding terbalik dengan ekspansi ekspor, nilai impor NTB menyusut drastis. Kumulatif Januari–Juli 2026, impor hanya mencapai 47,87 juta dolar AS, turun 72,03 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk Juli 2026 saja, nilai impor tercatat 4,84 juta dolar AS.

Komoditas impor terbesar adalah karet dan barang dari karet senilai 2,76 juta dolar AS (56,90 persen), berupa ban dan gasket yang didatangkan dari Jepang dan Australia. Sebagian besar muatan impor masuk melalui Pelabuhan Benete di Kabupaten Sumbawa Barat, satu-satunya pelabuhan NTB yang melayani pelayaran kargo internasional secara langsung.

Implikasi Surplus dan Ketergantungan Komoditas

Gap antara ekspor dan impor yang sangat lebar menghasilkan surplus perdagangan sekitar 1,47 miliar dolar AS untuk tujuh bulan pertama 2026. Dari sisi fiskal, surplus sebesar ini berpotensi meningkatkan penerimaan daerah melalui pajak ekspor, royalti, dan dividen dari entitas pertambangan yang beroperasi di NTB.

Di sisi lain, konsentrasi 93,55 persen pada satu komoditas menimbulkan kerentanan struktural. Fluktuasi harga tembaga di pasar global, gangguan operasional smelter, atau perubahan kebijakan perdagangan mitra seperti Tiongkok dan Korea Selatan dapat menggeser secara tajam neraca perdagangan provinsi dalam waktu singkat. Diversifikasi ekspor—terutama pada sektor perikanan, pertanian, dan industri pengolahan lokal—tetap menjadi agenda yang belum terjawab secara memadai untuk mengurangi ketergantungan tunggal tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BPS?

BPS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPS matter?

BPS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.